Bukti Perhatian pada Cabor, KONI Kota Semarang Gelar Pelatihan Penanganan Cedera Atlet

SEMARANG (Asatu) – KONI Kota Semarang menggelar acara “Pelatihan untuk  Pencegahan dan Penanganan Cedera” di Hotel Grand Candi Semarang, Sabtu (14/11). Kegiatan diselenggarakan sebagai salah satu bentuk perhatian KONI Kota Semarang terhadap cabang olahraga yang berada di bawah naungannya.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala Dispora Kota Semarang, Suhindoyo dan dihadiri Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo dan 53 pengurus Induk Olah Organisasi Cabang Olah Raga (IOCO) di Kota Semarang.

Seperti diketahui, dunia olah raga memang sangat rawan dengan kecelakaan yang mengakibatkan cedera pada atletnya. Itu sebabnya diperlukan pelatihan bagaimana menangani cedera pada atlet binaannya.

Dalam pelatihan tersebut, KONI Kota Semarang menghadirkan para pakar, baik dari unsur dokter, olahragawan dan pakar kesehatan di bidangnya. Para peserta diberikan tutorial cara penanganan cedera dan perawatannya. Sementara para peserta praktik secara langsung di bawah arahan para pakar.

Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, melalui Wakil Ketua Umum Heru Supriyono mengatakan, management dalam organisasi sangat penting, mulai management administrasi sampai penanganan atlet.

“Dunia olah raga sangat rawan terhadap kecelakaan yang mengakibatkan cedera terhadap atletnya, dengan pelatihan ini diharapkan pelatih dan pengurus memahami bagaimana menangani atlet ketika mengalami cedera saat bertanding maupun saat latihan,” ujar Heru.

Lebih lanjut Heru menegaskan, pelatihan yang digelar ini sebagai bentuk perhatian KONI Kota Semarang terhadap atlet dan cabor yang ada di Kota Semarang.

“Saya meminta kepada pengurus IOCO untuk benar-benar menyerap ilmu dari para pemateri sehingga ketika terjadi insiden terhadap atletnya bisa segera bertindak dengan benar,” pinta Heru.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo memberikan apresiasi atas kegiatan yang digelar KONI Kota Semarang.

“Pelatihan ini sangat bagus, karena olahraga itu rawan dengan insiden yang mengakibatkan cedera. Dengan pelatihan ini diharapkan insiden kecelakaan atlet bisa dihindari dan seandainya terjadi insiden, bisa menanganinya dengan baik dan benar,” ujar Rahmulyo.

Sementara Kadispora Kota Semarang Suhindoyo mengatakan, dalam hidup itu manusia membutuhkan 2 hal yang penting, yakni kebutuhan ibadah dan kebutuhan kesehatan.

“Manusia butuh ibadah karena manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sehingga apa yang dilakukan oleh manusia atas kehendak Tuhan dan kita harus berserah diri kepada-Nya,” ujar Suhindoyo.

Lebih lanjut Suhindoyo mengatakan, sebagai hamba Allah, manusia hanya meminta apapun kepada Allah termasuk kesehatan.

“Kesehatan yang diberikan oleh Allah harus kita rawat dengan baik. Salah satu upaya menjaga kesehatan adalah dengan belajar. Seperti kegiatan hari ini, merupakan upaya menjaga kesehatan yang telah diberikan oleh Allah. Maka ikuti dengan baik supaya kesehatan terus terjaga,” pungkas Suhindoyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *