PMI Jateng Siagakan Relawan dan Perlengkapan Lapangan

SEMARANG (Asatu.id) – Sejak tanggal 5 November 2020 lalu, status Gunung Merapi menjadi siaga III. BPPTKG merekomendasikan untuk menghentikan segala aktivitas penambangan di alur-alur sungai yang mengalir ke Gunung Merapi. Ada empat kabupaten direkomendasikan untuk segera menyiapkan mitigasi bencana, yaitu Kabupaten Magelang, Sleman, Boyolali dan Klaten.

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah telah melakukan koordinasi dan kesiapsiagaan dampak bencana bila terjadi erupsi Merapi. Sarwa Pramana, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Jawa Tengah mengatakan data dari Posko PMI Jawa Tengah, hingga hari ini tercatat telah ada 1.435 jiwa yang melakukan pengungsian di 12 lokasi, yang tersebar di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten.

“PMI di Jateng, untuk saat ini telah menyiagakan 300 relawan dengan berbagai spesialisasi (kemampuan khusus) seperti pertolongan pertama, evakuasi, medis, dapur umum dan psikososial (dukungan psikologi). Juga peralatan untuk dilokasi TEA (tempat evakuasi akhir), seperti alat cuci tangan portabel, pemeriksaan suhu tubuh, tandon air, serta kendaraan khusus seperti Haglun, yang disiagakan di Magelang,” kata Sarwa.

Kepala Markas PMI Jawa Tengah Mu’rifah, menuturkan PMI Jateng telah melakukan koordinasi dengan 3 PMI, yakni Kabupaten Magelang, Klaten dan Boyolali untuk mengantisipasi segala kemungkinan dengan menyiapkan rencana operasi.

“PMI Jateng dan 3 PMI Kabupaten telah melakukan koordinasi untuk menyiapkan rencana operasi, sehingga bila ada kejadian bencana, telah ada panduan yang bisa menjadi pedoman seluruh tim dalam memberikan pelayanan dalam penanggulangan bencana,” kata Mu’rifah.

Lebih lanjut, PMI telah menyiapkan pula logistik bencana berupa family kit 1.500 paket, selimut 1.500 pcs, terpal 1.500 pcs, matras 1.500 pcs, masker 50.000 pcs. Disiapkan pula truk tanki air dan mobil listrik untuk kebutuhan gudang losgitik.

“Losgitik tersebut sifatnya untuk mengantisipasi kebutuhan saat terjadi tanggap darurat bencana. Kami juga menyiapkan baju hazmat 3.000 pcs dan faceshield 3.000 pcs, untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Bila nantinya terjadi bencana dan membutuhkan personil, kami telah koordinasikan dengan PMI Kabupaten-Kota lain untuk memobilisasi relawannya,” jelasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *