Gelontorkan Rp 11,49 Miliar untuk UMKM Jateng dan DIY, Upaya Pertamina Dorong Kemandirian Ekonomi Indonesia

PT. Pertamina (Persero) bergerak menyampaikan bantuan senilai Rp. 11,49 miliar bagi 170 mitra binaan UMKM Pertamina di Jateng-DIY.

SEMARANG(Asatu.id) – Tidak bisa dimungkiri, pandemi virus corona atau  Covid-19 berdampak kepada masyarakat Indonesia pada banyak sektor, termasuk sektor ekonomi.

Salah satunya, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMkM), yang ikut merasakan dampak yang cukup besar akibat pandemi Covid-19.

Semua  lapisan masyarakat diminta untuk turut berkolaborasi dalam mendorong sektor UMKM agar bangkit di masa pandemi.

Dan melihat pandemi ini, yang memberikan pukulan sangat besar kepada mereka, PT. Pertamina (Persero)  pun bergerak menyampaikan bantuan konkret bagi 170 mitra binaan UMKM Pertamina di Jateng-DIY digelontor Rp 11,49 miliar.

Bantuan kepada UMKM ini sangat dibutuhkan untuk mereka. Bantuan yang dikemas dalam program Pinky Movement ini untuk mendorong terciptanya kemandirian ekonomi.

Pjs Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR IV, Marthia Mulia Asri menjelaskan, Pinky Movement merupakan modifikasi dari program kemitraan BUMN dengan menggandeng pelaku UMKM untuk menyalurkan elpiji non subsidi yaitu Bright Gas. Tujuannya, untuk membantu meningkatkan perekonomian pelaku UMKM bersinergi dengan Pertamina menyalurkan elpiji non subsidi.

“Para pelaku UMKM ini adalah mereka yang kesehariannya tidak lepas dari penggunaan bahan bakar elpiji. Baik itu penjual atau pangkalan elpiji ataupun usaha-usaha seperti kuliner,” Kata dia baru – baru ini.Selain itu, program ini mengedukasi pelaku UMKM dan masyarakat agar penyaluran elpiji menjadi tepat sasaran.

“Selama ini masih banyak para pelaku usaha maupun masyarakat yang belum paham terkait perbedaan dan peruntukkan elpiii subsidi dan nonsubsidi. Elpiji yang jadi program subsidi pemerintah masih sering kita jumpai digunakan oleh masyarakat mampu,” kata dia.
Kemandirian Ekonomi Melalui program kemitraan Kementerian BUMN, Pertamina terus berupaya meningkatkan dan menciptakan kemandirian ekonomi para pelaku UMKM di Indonesia.

Secara keseluruhan untuk wilayah Pertamina MOR IV, hingga saat ini telah tersalurkan dana kemitraan sebesar Rp 21.200.000.000 atau telah mencapai 117 persen dari target awal di tahun 2020 yaitu sebesar Rp 18.000.000.000.

“Sebanyak lebih dari 250 mitra binaan UMKM di tahun 2020 ini bergabung dengan kami. Pertamina tentunya akan terus berupaya memberikan sosialisasi dan mengajak pelaku UMKM untuk dapat bergabung,” ujar dia.

Upaya untuk memberikan stimulus untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai mampu bangkit di tengah pandemi Covid-19.
Pengamat Ekonomi yang juga Guru Besar Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof. Dr. FX Sugiyanto mengatakan, UMKM saat ini memang tengah terpuruk sehingga perlu bantuan dari pemerintah secara nyata.
“Saya setuju dengan pemerintah dalam kondisi ini memberikan modal kerja kepada pelaku UMKM,” ujarnya.

Pihaknya mengingatkan data menjadi yang utama agar program stimulus UMKM tersebut tepat sasaran.
“Pemerintah melalui kementerian koperasi bisa mendata UMKM mana saja yang benar-benar terealisasi untuk efektivitas stimulus modal kerja. Karena nilainya cukup fantastis yaitu Rp 2,4 Juta per UMKM,” ujar dia.

Untuk penanganan Covid-19 khususnya di sektor kesehatan harus terencana dengan baik. Menurutnya, kondisi kesehatan sangat berpengaruh dengan kondisi ekonomi saat ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *