Ruang Gerak Bisa Lebih Leluasa, Status PT PRPP Diusulkan Jadi Perseroda

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Komisi C DPRD Jateng, Asfirla Harisanto membenarkan, DPRD Jateng telah mengusulkan perubahan status Perseroan Terbatas (PT) Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda).

Perubahan status itu, menurut Bogi –panggilan akrab Asfirla Harisanto, akan membuat PRPP lebih leluasa dalam menjalankan bisnis dan diyakini memajukan pariwisata Jateng. Imbas pertama yang dirasakan adalah meningkatnya penyertaan permodalan.

“Ruang gerak PRPP jadi lebih leluasa. Bisa kerjasama dengan pihak ketiga. Bisa juga menjadi semacam holding yang bergerak di bidang pariwisata,” kata Bogi pada podcast DPRD Jateng di Lumina Grand Maerokoco Semarang, Kamis (15/10).

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, usulan sudah disampaikan dan saat ini tahap pembahasan awal. Dewan berharap, pariwisata Jawa Tengah lebih maju.

Sementara Direktur Utama PT PRPP, Titah Listyorini menjelaskan, jika menjadi holding pariwisata maka PRPP tak akan hanya mengerjakan pariwisata di lokus PRPP semata. Bisa melebar dengan bekerjasama dengan BUMD atau Pemprov. Aset-aset milik dinas atau BUMD bisa digarap oleh PRPP.

Ia mencontohkan, BUMD Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirta Utama Jateng memiliki embung. Nah, embung itu bisa dikelola menjadi lokasi pariwisata tanpa mengurangi fungsi embung sebagai tampungan air.

Demikian halnya untuk penyertaan modal yang bisa ditambah lagi. “Kemarin sudah lunas Rp 50 miliar. Di perubahan perda ini akan ada penambahan penyertaan modal jadi Rp 200 miliar. Tapi pemberiannya tergantung keuangan daerah. Mau diberi berapa dan tahun kapan itu terserah pemerintah,” kata Titah.

Sumber permodalan lain yang juga bisa diakses adalah dari Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA). Namun perlu dilakukan penjajakan terlebih dulu.

Di sisi lain, saat ini tengah proses pelaksanaan tahapan revitalisasi PRPP. PRPP akan dirombak besar-besaran menjadi etalase pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Revitalisasi fisik ditargetkan mulai tahun 2021 sehingga pada 2022 mendatang PRPP bisa difungsikan.

Titah menjelaskan tahapan revitalisasi memasuki kajian bisnis. Jika rampung maka akan dilakukan penandatanganan KSO (PT PRPP, PT SPJT dan PT Telkom Sigma) dan groundbreaking yang diperkirakan akhir tahun ini. “Tahun 2021 sudah mulai pembangunannya dan 2022 jadi,” kata Titah yang tengah mempromosikan spot Lumina Grand Maerokoco.

Untuk merevitalisasi PRPP butuh anggaran Rp 1,2 triliun. Rencananya, revitalisasi akan meliputi pembangunan hotel tujuh lantai yang memiliki 300 kamar, exhibition hall berukuran 10 ribu meter persegi dan convention hall seluas 5 ribu meter persegi. Selain itu, juga akan dibangun ruang pamer industri, pusat oleh-oleh, restoran, bangunan penunjang bandara dan pengembangan obyek wisata.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *