Memperkuat Karakter Bangsa, Tugas Kita Semua

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng, St Sukirno mengatakan, memperkuat karakter bangsa bukan hanya tugas satu lembaga atau satu badan saja, tetapi merupakan tugas semua lini.

Pancasila sebagai ciri dan karakter bangsa Pancasila, menurut Sukirno adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia, dan merupakan rumusan serta pedoman berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan nilai-nilai luhur bangsa yang seharusnya menjadi rujukan utama untuk mendidik anak bangsa

“Makanya, sebenarnya cinta kepada negara itu bukan menerima, tetapi memberi yang terbaik pada negara,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Pernyataan itu disampaikan Sukirno saat menjadi narasumber dalam Prime Topic dengan tema “Memperkuat Karakter Bangsa” yang disiarkan Radio Trijaya FM, Rabu (14/10), di Petra Ball Room, Hotel Noormans Semarang.

Selain Sukirno, tampil pula dua narasumber lain, yakni Kepala Kesbangpol Provinsi Jateng, Haerudin dan Ketua Dewan Riset Jateng yang juga sebagai Guru Besar Antrologi FIB Undip, Mujahirin Thohir.

Sukirno yang juga mantan Rektor Untag Semarang meyakini, karakter bangsa Indonesia tidak luntur dan masih berkarakter. Keyakinan itu dilandasi dengan masih dipegangnya tata nilai budaya dan keyakinan yang mengejawantah dalam kebudayaan.

“Saya yakin masyarakat masih memegang teguh budaya bangsa, walaupun tidak semuanya. Masyarakat pedesaan masih nguri-uri budaya bahkan ada masyarakat perkotaan yang masih menggelar acara kebudayaan. Saya yakin karakter bangsa tidak luntur oleh serangan budaya asing,” katanya.

Dikemukakannya pula, semua lapisan masyarakat wajib untuk menjaga karakter bangsa. Mulai dari sikap, watak, akhlak hingga kejiwaan sehingga sesuatu yang dimiliki akan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Sukirno juga menyoal keberadaan politik identitas. Baginya, mereka kerap mengagung-agungkan budaya luar daripada milik bangsa Indonesia. Mulai dari bahasa, tata busana sampai pada perilaku keseharian. Masalah tersebut sebenarnya tidak masalah sepanjang bisa menempatkan diri, serta tidak menilai kelompok lain lebih rendah.

“Indonesia harus punya ciri tersendiri, karena Indonesia bukan negara-negara lain Indonesia adalah Negara yang mempunyai keragaman tersendiri dibanding Negara lain.

Kepala Dinas Kesbangpol, Haerudin, sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Sukirno. Menurutnya, lingkungan merupakan hal yang cukup kuat dalam mempengaruhi pembentukan karakter bangsa.

“Kendala pembentukan karakter sangat banyak, pertama kendala lingkungan kemudian arus informasi yang begitu cepat dan sangat mempengaruhi daripada pola pikir sikap dan generasi muda kita,” katanya.

Haerudin berpesan kepada masyarakat, agar memviralkan berita positif, sebagai bukti cinta kepada Jateng dan NKRI.

“Jangan ikuti berita hoax, tapi viralkan berita positif sebagai bukti bahwa kita cinta NKRI,” pesannya.

Sementara Guru Besar Antropologi Undip Muhajirin Tohir lebih memilih membahas apa itu pengertian karakter. “Karakter itu watak dasar yang dianggap cocok. Maka muncul karakter ideal dan aktual,” kata Muhajirin.

Karakter bangsa, tambah Muhajirin, ada tiga. “Yaitu masa lalu (patriotisme), kini yang dinamis dan masa depan yaitu karakter berpikir ke depan. Sedangkan karakter bangsa itu tidak bisa dipisahkan dari integritas. Karakter Bangsa itu pikiran e bener, kelakuan e bener tur pener,” tandasnya.(adv)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *