Tingkat Kunjungan Mal Ciputra Lebih dari 50%

SEMARANG (Asatu.id) – Memasuki bulan Agustus lalu, tingkat kunjungan di Mal Ciputra Semarang mulai melebihi 50% dari kondisi normal.

“Sejak Agustus hingga Oktober ini pengunjung mulai bergerak hingga 65% dari sebelum pandemi. Namun ini pun fluktuatif. Agustus sempat naik, September turun. Ini Oktober mulai meningkat lagi,” jelas Mall Manager Ciputra Semarang, Ani Suyatni. 

Lebih lanjut dikatakan, pencapaian persentase ini dengan asumsi pengunjung masuk dan keluar. Karena semua toko dan area publik seperti pameran konsisten menerapkan physical distancing.

Sejalan dengan Pemerintah, Mal Ciputra juga gencar menggalakkan 3M di lingkungannya. Semua collateral promo yang diproduksi mencantumkan tentang “Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan”. Hal ini sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman pengunjung untuk berbelanja di Mal Ciputra.

Social media marketing saat ini menjadi strategi Mal Ciputra untuk mendatangkan pengunjung dan omzet bagi penyewanya. Instagram menjadi wadah mal untuk menampilkan promo terbaru.

Melalui program T-CLIF (Thank CL It’s Friday), Mal Ciputra menayangkan produk terbaru dan promo dari berbagai toko berbeda setiap hari Jumat secara virtual live.

Di program tersebut, toko juga memberikan stimulus hadiah berupa voucher belanja atau produk-produknya.

Selain itu, Mal Ciputra juga tetap berupaya menghadirkan tenant-tenant baru. Sejak September lalu hingga November mendatang, hadir tujuh brand baru di Mal Ciputra. Yaitu Nature Republic (skin care), Xi Ji (Taiwan street snack), Hassya (fashion dan hijab) dan K-Style (sport fashion). Lainnya adalah brand sepatu, Kickers, Keds dan Timberland.

Para penyewa baru ini memberikan diskon menarik selama masa opening-nya. Di antaranya diskon 50 hingga 70%.

“Harapan kami sampai akhir tahun ini tingkat kunjungan bisa mencapai 80% dari kondisi normal sebelum pandemi. Ini tentunya diimbangi juga dengan konsistensi kami menerapkan protokol kesehatan di mal untuk menciptakan rasa aman dan nyaman saat berbelanja,” pungkas Ani yang juga Ketua DPD APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) Jawa Tengah ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *