Uji Nyali, 60 Pesepeda Menyusuri Hutan Karet Trisobo Boja

SEMARANG (Asatu.id) – Sekitar 60 sepeda gunung terlihat menguji nyali dengan menerabas jalur yang terjal, menantang dan memicu adrenalin sejauh 14 kilometer (km).

Melaju dengan agresif, mereka memacu sepedanya di jalan tanah dan berbatu yang membelah Hutan Karet Trisobo Boja sejauh , Jumat (18/9).

60 peseda yang terdiri dari komunitas Gowes Alimdo Club (GAC) dan anggota Detasemen Polisi Militer IV/5 Semarang.

Pasalnya kegiatan ini bertujuan untuk merpererat silahturahmi dengan bersepeda bareng menyusuri hutan karet.

Henry Susilo, perwakilan dari GAC menjelaskan, ini medan kali ini sangat menantang, tapi tetap fun dan pemandangan hutan karet serta nuansa pedesaan jadi pemandangan dalam perjalanan.

“Jalur kali ini betul betul fun, karena di jalur  trabasan peserta diajak melewati trek yang tantangannya sangat menguji nyali,” terang Henry.

Henry mengaku puas dengan event bersepeda di hutan karet. Lelaki yang hobi dengan olahraga ekstrim ini bahkan terlihat sangat menikmati bersepeda di hutan karet kali ini.

“Wah pokoknya seru. Untungnya cuaca mendukung jadi jalurnya enak, dan ini pengalaman baru bagi saya. Dengan bersepeda bareng-bareng jadi enak,” ujar Henry.

Sementara itu Dandenpom IV/5 Semarang Mayor Okto Femula menjelaskan, gowes kali dengan Start dan Finish Rumah Wadandenpom Semarang Mayor Cpm Wawan Nuswantoro  Perum Jatisari Asabri Mijen.

“Rute sepanjang 14 km menyusuri Hutan Karet Trisobo Boja dengan menikmati indahnya alam serta merasakan sensasi segarnya udara tanpa polusi,” terang Okto.

Okto menambahkan, kegiatan penuh tantangan yang menguji nyali ini digelar untuk mengajak peserta merasakan sensasi dan menjalin silahturahmi di masa pandemi kali ini.

“Ini merupakan jurus jitu buat kami dan para anggota untuk meningkatkan imun tubun dengan cara bersepeda. Saya berharap kegiatan demi kegiatan yang di gelar bisa mempererat rasa persaudaraan serta bersinergi dengan komunitas sepeda khususnya GAC,” tukas Okto.

Sebagai Dewan Penasehat Sunatha Liman Said merasa sangat bangga. Pasalnya setiap kegiatan Denpom IV/5 Semarang selalu di libatkan dengan rute yang berbeda dan sangat syahdu untuk di lalui.

“Saya berharap sinergi yang telah di jalin ini jangan sampai pudar. Karena dengan kegiatan seperti inilah suasana kekeluargaan terlihat dengan jelas serta keguyuban antar anggota Denpom dan GAC membaur bersama dengan bersepeda,” tutup Sunatha.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *