Masa PKM, Beberapa Tempat Hiburan Semarang Langgar Ketentuan Jam Operasi

SEMARANG (Asatu.id) – Petugas gabungan dari Denpom IV/5 Semarang beserta Sat Pol PP kota Semarang dan Dinas Kesehatan melakukan Giat Operasi Gabungan dalam rangka mengakkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan melakukan Rapid Tes di tempat hiburan di kota Semarang  kemarin (19/9). 

Dari hasil razia tersebut di temukan satu orang reaktif sehingga saat itu petugas langsung membawanya ke rumah dinas wali kota Semarang untuk diisolasi.

Petugas gabungan tersebut diawali berangkat dari Detasemen Polisi Militer IV/5 Semarang menuju sasaran yang akan dirazia dengan membagi dua yakni sebagian petugas memasuki Karaoke Venus dan di Karaoke Zeus.

Pasalnya kegetian ini dipimpin langsung Oleh Komandan Denpom IV/5 Kota Semarang, Venus Business Club pintunya tertutup dan digembok. Kemudian petugas meminta security untuk membukanya sehingga petugas menemukan beberapa kamar masih on dengan suara lagu irama keras.

Kemudian dilaknanakan Rapid Tes sebanyak 26 terhadap Pengunjung dan Pemandu sehingga ditemukan satu orang Reaktif dan 25 orang Non Reaktif.

Kemudian tidak lama perjalanan dilanjutkan dengan melakukan razia di  Karaoke Rinjani Inn pukul 01.15 tetapi sudah tutup dan dilanjutkan ke Bams Resto & Cafe Jalan Kertanegara Semarang.

Di Bams Resto & Café dilaksanakan penutupan sementara karena Melanggar Perwal tentang PKM Kota Semarang. Dilanjutkan di Pkl di jalan Imam Barjo Semarang dengan melakukan himbauan dan menutup PKL yang kedapatan masih membuka Jualannya di sepanjang tersebut.

Kemudian pukul 01.45 melanjutkan Razia Gabungan Menuju Karaoke Gaia jalan Gajah Mada Semarang serta melakukan pemeriksaan Rapid Tes terhadap tujuh orang pengunjung dengan hasil Non reaktif.

Meskipun jam tersebut telah melewati batas PKM tetap masih ada pengunjung yang masih menikmati music.

Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan rapid tes baik tamu maupun karyawan. Mereka secara antusias melaksanakan pemeriksaan dengan dimintai kartu identitas diri berupa KTP.

Komandan Denpom IV/5 Semarang, Mayor CPM Okto Femula mengatakan kegiatan operasi Yustisi ini bebarengan dengan operasi Gaktib yang bertujuan untuk membatasi penyebaran Covid 19 di kota Semarang dengan cara melakukan operasi berupa mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kegiatan ini dilakukan dengan cara mendatangi beberapa tempat hiburan malam maupun tempat keramaian seperti cave atau tempat nongkrong dalam rangka untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan dimasyarakat,” katanya.

Okto menambahkan dengan adanya razia ini akan diketahui yang reaktif dan tidak. Bahkan pada malam hari ini petugas mengambil 72 sample rapid test dan ditemukan satu orang yang reaktif dan ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan kota Semarang dengan swab dan langsung di karantina sambil menunggu hasil tes berikutnya.

“Harapannya angka penyebaran Covid 19 dapat berkurang sehingga bisa beraktifitas seperti biasa dengan protokol kesehatan sebagai budaya dan ini tidak ada pilihan lain protokol kesehatan itu menjadi bagian hidup kita kedepan,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *