Puskud Masih Eksis, RAT 29 September Mendatang

SEMARANG (Asatu.id)- Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2019 Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Pangan Jateng, dipastikan akan dilaksanakan tgl 29 September mendatang di Kota Semarang.
“Kalau di Semarang tidak diizinkan oleh pihak berwenang karena alasan masih cukup tingginya angka penularan Covid-19, maka kita akan pindahkan ke zona hijau atau kota yang lebih aman,” tutur Ketua Panitia RAT Puskud Pangan Jateng. Mustijab di sela-sela rapat Panitia RAT di Kantor Puskud Pangan Jateng, kemarin.

Seperti diketahui, kegiatan RAT Puskud Jateng terkesan berjalan alot. Padahal kondisi likuiditasnya, perlu segera ditangani . Diharapkan dengan dilaksanakannya RAT, seluruh permasalahan dapat diselesaikan dan dicari solusi yang lebih baik dan disetujui oleh seluruh anggota yang  berjumlah 567 KUD di Jateng.

Mustijab optimistis, Puskud pangan Jateng masih eksis dan masih bisa bangkit untuk ikut serta mendongkrak perekonomian di Jateng khususnya.
“Apalagi dalam RAT juga akan diisi dengan pemilihan pengurus baru untuk menggantikan pengurus lama yang sudah habis masa bhaktinya.

H Jazeri SE selaku Ketua Umum Puskud Jateng sebelumnya menyatakan tidak akan mencalonkan diri dan tidak bersedia dicalonkan lagi. “Usia saya sudah 72 tahun. Saya ingin diakhir hidup saya, akan saya fokuskan untuk kegiatan keagamaan. Di antaranya menjadi Takmir Masjid Pringgondani di Demak”, ujarnya.

Sementara Sekretaris Puskud Jateng,  H Mulyadi SE yang dalam kepanitiaan selaku SC secara terpisah mengungkapkan, RAT mendatang tidak akan dihadiri oleh seluruh anggota Puskud yang berjumkah 567 KUD se Jateng. Tapi melalui sistem perwakilan dari masing-masing Eks Karisidenan.

“Dengan begitu RAT hanya akan diikuti oleh sekitar 125 anggota”, tutur H Mulyadi yang didampingi H Faroid SAg MAg yang masih menjabat sebagai Bendahara Puskud dan selaku OC dalam kepanitiaan RAT serta H Sugito DS selaku Wakil Bendahara.

Untuk itu sambungnya, masing-masing anggota di masing-masing Eks Karisidenan, sebelum pelaksanaan RAT, terlebih dahulu akan menyelenggarakan Pra RAT, guna menunjuk utusan yang akan mengikuti RAT, di samping memilih nama-nama calon pengurus baru yang akan diusulkan dalam RAT mendatang.

Ketika disinggung nama-nama figur yang kemungkinan akan dicalonkan sebagai ketua umum, H Mulyadi mengatakan, belum ada.
Namun dari kasak-kusuk di antara anggota Puskud, muncul beberapa nama figur yang diperkirakan sangat layak untuk menduduki posisi ketua umum, menggantikan H Jazeri. Masing-masing adalah, H Tardi SP (Ketua KUD Dewi Sri, Kendal),  H Mulyadi SE (masih menjabat sebagai Sekretaris Puskud Jateng), H Harun (Korda Purbalingga), H Faroid SAg MAg (masih menjabat sebagai Bendahara Puskud Jateng), dan Sugiono Ketua KUD Paguyangan).

H Mulyadi menjelaskan pula, meski nanti akan dipilih pengurus baru, namun sedikitnya sepertiga dari pengurus lama masih akan dilibatkan dalam kepengurusan. “Ini sesuai dengan amanat UU no 25 Tahun 1992 tentang AD/ART”, tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *