Kementerian Ketenagakerjaan Melalui BBPLK Semarang Donasikan 6000 Masker Hasil Pelatihan Penanganan Covid 19

PURWOKERTO (Asatu.id) – Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia telah menetapkan skenario Tatanan Kehidupan Baru di berbagai lini. Pada kondisi Tatanan Kehidupan Baru ini, sebagian besar masyarakat sudah mulai menjalani rutinitas di luar rumah.

Meski sudah memperbolehkan masyarakatnya beraktivitas di luar rumah, pemerintah tetap memberlakukan protokol penggunaan masker sebagai salah satu bentuk mencegah penularan Covid-19.

Mendukung himbauan dan peraturan pemerintah tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang mendonasikan 6000 masker secara gratis di seluruh Pondok Pesantren Binaannya.

Pasalnya ada sepuluh pondok pesantren yang mendapatkan bantuan, yakni Pondok Pesantren Al Ihya, Ulumaddin, Miftahul Huda, Nurul Huda, Tanbihul Ghofilin, Darul Hikam, Al Huda, Al-Kahfi Somalangu, An Nawawi, Daarut Tauhid, Al Maunah.

Program pendonasian masker ini ditujukan untuk para santri, mereka diberikan edukasi untuk selalu memakai masker dalam beraktivitas. Dan batuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BBPLK Semarang Edy Susanto kepada perwakilan pondok pesantren.

Kepala BBPLK Semarang, Edy Susanto, menjelaskan dengan adanya donasi masker ini, berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker sebagai salah satu pelindung diri dan secara tidak langsung mendukung pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

“Masker tersebut terbuat kain non-medis yang dapat dicuci dan digunakan secara berulang hasil dari para siswa pelatihan,” terang Edy Sapaan akrapnya, Selasa (21/7).

Program pendonasian masker ini berlangsung sejak awal Juni 2020, BBPLK Semarang telah membagikan lebih dari 15.000 masker kain non medis serta Alat Pelindung Diri (APD) baju Hazmat di wilayah Jawa Tengah.

“Program donasi masker secara gratis ini merupakan salah satu bentuk komitmen BBPLK Semarang dalam melawan wabah Covid-19. Dalam Tatanan Kehidupan Baru ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya bermasker dan selalui mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Edy.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *