Udinus Dampingi LPK Wilayah Soloraya Untuk Program Kartu Pra Kerja

SEMARANG (Asatu.id) – Setelah memberikan pelatihan untuk LPKS saat Bimbingan Teknis, Juni lalu di kota Semarang, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) masih ditunjuk oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Propinsi Jawa Tengah untuk kembali mendampingi LPK Wilayah Soloraya.

Kegiatan yang berlangsung di favehotel Solobaru, Kamis (16/7) diikuti oleh 25 LPK yang menjadi peserta dalam agenda ini. Program Kartu Prakerja (KpK) yang merupakan salah satu program pemerintah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 36/2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melaui Program Kartu Prakerja pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan skill dan kompetensi, produktivitas dan daya saing melalui skilling, re-skilling dan up-skilling. Terlebih dalam pengelolaan pembelajaran online yang harus dengan cepat diadaptasi oleh para LPK yang nantinya menyelenggarakan program pelatihan jika sudah resmi bermitra.

Udinus, salah satu universitas swasta di Kota Semarang yang dikenal memiliki kompetensi pengetahuan teknologi dan informasi menjadi kampus yang mendampingi untuk membagikan materi mengenai pembelajaran online.

Dr. Sih Darmi Astuti M.Si sebagai ketua pemateri yang dibantu oleh Dr.Heru Agus Santoso, Lisa Mardiana M.I.Kom,Swita Amallia Hapsari M.I.Kom dan  Usman S.Si.M.T.M.Si memberikan pelatihan manajemen pembelajaran online untuk para LPKS yang akan mengikuti program kartu pra kerja.

“Ini adalah kegiatan kali kedua yang diminta Disnakertrans Propinsi Jawa Tengah untuk mendampingi LPK mempersiapkan sebagai mitra untuk program kartu pra kerja. Kami tim pemateri berusaha untuk membagikan pengetahuan perencanaan pembelajaran online hingga evaluasi sehingga LPK nantinya bisa mudah mengelola pelatihan-pelatihan yang dibuat secara online,”tutur ketua tim pemateri.

Selain mendapatkan materi pengelolaan pembelajaran online, tim pemateri dari Udinus Semarang juga menyampaikan materi membuat rencana konten yang bisa membuat LKPS menyusun program pelatihan online dengan lebih mudah.

“Baik pengelola dan tutor perwakilan dari LPK yang hadir sebagai peserta dalam kegiatan pelatihan memang mengutarakan kesulitan dalam mengemas konten pelatihan. Maka, materi yang juga disampaikan adalah merencanakan pembuatan konten dan platform digital yang mendukung agar peserta LPK bisa menggarap dengan maksimal saat membuat pemetaan konten pelatihannya,”sahut Swita Amallia Hapsari selaku dosen program studi Ilmu Komunikasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *