Single Selamat Jalan, Penghormatan Terakhir Febriansyah Rifqi kepada Kidang Piano

SEMARANG (Asatu.id) – Pernahkah kalian merasakan duka yang mendalam karena kehilangan seorang teman dekat atau sahabat? Barangkali perasaan itulah yang mengilhami Febrian untuk menulis karya terbarunya yang berjudul ‘Selamat Jalan’.
Kematian Kidang, Musisi Senior kota Semarang beberapa waktu  lalu, membuat Febrian harus mengalami duka yang mendalam.
“Ya, saya barusaja kehilangan seorang sahabat baik yang telah banyak menginspirasi saya semasa hidupnya.” Tutur Febrian
Melalui single terbarunya, Febrian berusaha mengalihkan rasa dukanya menjadi semacam penghormatan terakhir kepada sang sahabat.
Seperti karya yang telah dirilis sebelumnya, pada single kali ini Febrian banyak menggunakan metafor dan semiotika. Hal itu tentu saja dilatar belakangi kegemaran Febrian menulis sajak dan puisi.
Tetapi kali ini, Febrian memilih mengemas lagunya dalam konsep unpluged. Dengan petikan gitar dan ritmis yang sederhana lagu berdurasi empat menit itu terdengar ringan namun dalam.
Pada bait pertama, tergambar bagaimana Febrian melihat kepergian sahabatnya itu diiringi tangis kehilangan yang ia lambangkan sebagai rintik hujan.
Kemudian, Febrian seolah-olah menyaksikan sahabatnya terbang  menuju sebuah tempat yang indah dengan balutan cahaya dan meninggalkan bau wangi yang merupakan perlambang kebaikan-kebaikan sahabatnya semasa hidup.
Febri mengaku dalam proses penulisan lirik lagu tersebut ia lakukan secara spontan, tepat di hari kematian sahabatnya.
“Saya nggak punya niat nulis apapun waktu itu, karena masih sangat berduka. Ide itu muncul begitu saja, kemudian saya tulis dalam waktu tak sampai 5 menit.” Katanya.
Penasaran bagaimana kelanjutanya? Yuk, simak langsung di chanel youtube Febriansyah Rifqi.
Facebook: Febriansyah Rifqi
IG: @febriansyahriff

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *