Mampu Survive Saat Pandemi, Ketua Komisi C DPRD Jateng Minta Bank Jateng Cabang Demak Kejar Kredit Produktif

DEMAK (Asatu.id) – Bank Jateng Cabang Demak mampu mencapai kinerja bagus di tengah pandemi Covid-19 yang pada umumnya berdampak buruk pada sektor perbankan dan perekonomian pada umumnya. Pencapaian itu mendapat apresiasi positif Komisi C DPRD Provinsi Jateng.

“Saya apresiasi. Ternyata, bank ini (Bank Jateng Cabang Demak) mampu survive di era pandemi Covid-19,” kata Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng, Asfirla Harisanto, saat memimpin Anggota Dewan berkunjung ke Bank Jateng Cabang Demak tersebut, Kamis (9/7).

Kunjungan para wakil rakyat ke bank milik pemerintah daerah itu dalam rangka monitoring kinerja dan pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat berdiskusi dengan jajaran Bank Jateng, Asfirla Harisanto juga mengatakan bahwa kinerja keuangan Bank Jateng Cabang Demak cukup bagus dan tingkat kemacetan kreditnya kecil.

Bogy, panggilan akrab Asfirla, juga meminta supaya Bank Jateng Cabang Demak mulai bergerak mengejar kredit produktif. Pasalnya, saat ini penyaluran kredit di sektor tersebut dirasa masih sangat kecil, yakni 18 persen.

“Potensi bisnis perbankan di wilayah Demak sangat bagus dengan segala sumber daya alam serta kearifan lokal yang dimiliki,” kata politisi PDIP itu.

Sementara Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng, Agung Budi Margono mengingatkan agar Bank Jateng, apalagi sebagai bank pelat merah, mengedepankan sebagai agen pembangunan, yakni mendorong perekonomian setempat.

“Karena itu, persentase kredit produktifnya perlu ditingkatkan lagi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Demak,” tutur politisi PKS itu.

Anggota Komisi C Siti Rosidah menimpali, dengan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang jauh lebih rendah hanya 46,83% berarti bank ini sangat efisien. Rasio non performing loans (NPL) atau kredit bermasalah pun kecil (1,28%) dan dengan rasio nett interest margin (NIM) 9,07 serta return on asset 7,08.

“Sebetulnya, Bank Jateng Cabang Demak memiliki kekuatan untuk berkompetisi sehingga sewajarnyalah kita berharap dapat berkontribusi terhadap PAD lebih proporsional,” tutur Politikus PKB itu.

Anggota Komisi C, Mustholih, juga meminta agar imej bahwa Bank Jateng milik PNS dapat diminimalisir dengan melihat persentase kredit produktif dibanding kredit konsumtif.

“Maka itu, mohon ditingkatkan. Bermitra saja dengan BKK maupun BPR BKK yang sama-sama milik Pemprov Jateng,” simpul Legislator PAN itu.

Menanggapi Komisi C itu, Kepala Bank Jateng Cabang Demak, Nur Hidayati menyampaikan terima kasih atas saran dan kritiknya. Sambil menambahkan, pihaknya memberikan relaksasi kepada 192 nasabah senilai Rp 36,716 miliar.

Secara kinerja, data Bank Jateng Cabang Demak per 30 Juni 2020 mencatat dari rencana aset sebesar Rp 1,273 triliun terealisasi Rp 1,195 triliun (93,88%), kemudian dari rencana dana pihak ketiga (DPK) Rp 1,224 triliun terealisasi Rp 1,143 triliun (93,36%), dan kredit yang disalurkan ditargetkan Rp 947,84 miliar terealisasi Rp 946,89 miliar (99,9%), target laba Rp 31,29 miliar terealisasi Rp 31,03 miliar (99,17%). Untuk rasio NPL masih cukup rendah (1,28%), sedang return on asset (ROA) cukup tinggi (7,08) dan rasio nett interest margin 9,07.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *