Kelas Jarak Jauh di Tawangmangu Disambut Gembira Warga

SEMARANG (Asatu.id) – Sri Rejeki (35) tak henti-hentinya mengucap syukur mendengar kabar bahwa Pemprov Jateng akan membuat kelas jarak jauh di Tawangmangu. Bagaimana tidak, kebingungannya untuk mendaftarkan anaknya untuk sekolah di SMA Negeri hilang sudah dengan kabar ini.

Saat dikonfirmasi, Sri Rejeki mengatakan bahwa tidak ada satu pun sekolah SMA atau SMK Negeri di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Sehingga, dengan sistem zonasi, ratusan anak-anak Tawangmangu termasuk anaknya, Dimas Adi Setyawan tidak bisa masuk sekolah negeri.

“Alhamdulillah, saya jadi tenang. Kemarin bingung mau nyari sekolah dimana. Anak saya sempat daftar di SMAN Karangpandan, tapi tidak masuk zonasi. Mencoba peruntungan di SMKN 2 juga tidak bisa, sampai sekarang masih bingung,” kata Sri saat dikonfirmasi, Senin (29/6).

Menurut Sri, banyak anak-anak lulusan SMP di Tawangmangu. Namun tahun ini, tidak ada yang bisa masuk ke SMA/SMK Negeri.

“Lega sekali ada kabar mau dibuatkan kelas jarak jauh di sini, jadi tidak bingung lagi. Ke depan harapan saya tetap dibangunkan sekolah negeri di sini, biar kami tidak kebingungan,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Dimas Adi Setyawan (15). Ia menerangkan, lulusan angkatannya di SMPN 1 Tawangmangu tahun ini ada 200 lebih siswa. Semuanya sama nasibnya, kesulitan melanjutkan sekolah ke SMA/SMK negeri.

“Sulit sekali, soalnya tidak ada sekolah. Senang kalau mau dibuatkan kelas jarak jauh, tapi harapannya tetap dibangunkan sekolah negeri di sini,” ucap Dimas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *