Ini Ancaman Ganjar Kalau Ada yang Isi Data PPDB SMA-SMK Tidak Jujur


SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengingatkan orang tua siswa untuk tidak memalsukan data saat mendaftarkan anaknya ke sekolahan. Jika nekat, sekolah tak segan untuk mengeluarkan siswa yang bersangkutan.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menerima presentasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) SMA dan SMK. Gubernur menegaskan, seleksi tahun ini berbasis kejujuran.

“Agar ketika mengisi data, terutama orang tua menjaga integritas. Ketika mengisi data sesuai kenyataan, kalau tidak (meskipun) dia (siswa) diterima dan data salah (tak jujur) dicoret lho. Ini saya ingatkan, nanti dicoret hati-hati,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan PPDB 2020-2021 tak lagi membutuhkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi siswa miskin. Sebagai gantinya, tahun ini akan menggunakan data milik kementerian sosial.

“Termasuk untuk yang miskin dulu pernah gunakan SKTM maka sekarang pakai data dari Basis Data Terpadu (BDT),” jelas Ganjar.

Selain penggunaan BDT, pada tahun ajar 2020-2021 kriteria siswa tidak mampu juga dilihat dari mereka yang memiliki kartu PKH, pemegang KIP dan Kartu Miskin. Semuanya, berbasis data yang telah terverifikasi oleh instansi pengampu.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Gizma berkata:

    Link daftarnya dimana?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *