PKM Kota Semarang Diperpanjang

SEMARANG (Asatu.id) – Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang dicanangkan oleh Pemkot Semarang sejak 27 April lalu akhirnya diperpanjang hingga tahap 3 dan berlaku mulai 8 Juni sampai 21 Juni 2020, mendatang.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi, menyebut alasan perpanjangan PKM ke tahap 3 karena berdasarkan hasil rapid dan swab test yang dilakukan secara masif di beberapa titik menunjukkan angka kasus Covid 19 naik.

“Setelah melalui beberapa diskusi kita sepakat untuk perpanjang masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sampai tahap 3,” ungkapnya, Sabtu (6/6).

Menurut Hendi, panggilan akrab wali kota, ada beberapa hal yang sedikit dimodifikasi dalam Peraturan Walikota di PKM Tahap 3 ini. Terutama soal aktivitas kegiatan tempat beribadah.

“Tempat ibadah boleh buka, sepanjang menerapkan protokol kesehatan dengan pembatasan jamaah atau social distancing. Selain itu pengurus tempat ibadah bersedia melaporkan serta membuat surat penyataan kesanggupan menjalankan protokol kesehatan kepada Gugus Tugas Covid di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Sedang perubahan kedua yakni pernikahan dan pemakaman tetap diperbolehkan dengan maksimal 30 orang. Dengan menekankan protokol kesehatan.

“Tempat hiburan tetap kita minta tidak buka. Sedang jam operasi usaha sampai jam 21.00 dengan menerapkan protokol kesehatan. Selama PKM jilid 3 ini kita akan terus gencarkan swab dan rapid test agar kita tahu posisinya saat ini di mana,” tandasnya.

Pihaknya menegaskan tidak menaikkan status dari PKM menjadi PSBB dan ekonomi warga masih bisa berjalan.

“Kita ambil jalan tengah, jangan ditawar lagi dan harus ditaati, jangan dilanggar. Kita ingin masyarakat bisa melakukan kegiatan ekonominya. Kalau dilanggar dan ditawar lagi ya kita PSBB saja, ini kan jalan tengah agar warga bisa kerja aktivitas ekonomi agar mereka bisa makan,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *