Sekda Blora Optimistis, Dua Minggu ke Depan Pandemi Covid-19 Akan Turun

BLORA (Asatu.id) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi SE MSi secara tegas mengungkapkan, penyebaran Covid-19 di wilayahnya tidak jauh berbeda dengan kabupaten/kota lainnya di wilayah Jawa Tengah.

“Apabila dilihat dari peta penyebarannya, memang terkesan hampir seluruh wilayah terserang Covid-19. Tapi kenyataannya warga yang positif terserang Covid-19 hanya 19 orang”, tuturnya dalam wawancara eksklusif dengan DR H Bambang Sadono SH MH di Chanel Insipirasi Jawa Tengah yang disiarkan melalui You Tube.

Chanel Inspirasi Jawa Tengah sengaja diunggah oleh wartawan senior, Bambang Sadono yang mantan anggota DPR RI dan DPD Perwakilan Jateng dengan tujuan untuk menggali aspirasi-aspirasi positif dan mencari solusi segala permasalahan yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Chanel Inspirasi Jawa Tengah, sebelumnya juga telah mengangkat masalah nasib nasabah PD BKK Temanggung yang masih menunggu pencairan dana deposito tang telah mengendap selama 4 tahun.

Selain itu, chanel tersebut juga telah mengangkat kalangan seniman, seperti Cak Dikin, Abah Kirun, dan seniman kethoprak di wilayah Pati. Bahkan nasib petani kopi di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang yang mengalami kelesuan usaha di masa pandemi, juga telah pula diangkatnya.

Sekda Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi lebih lanjut mengungkapkan, total penderita Covid-19 di wilayahnya tercatat ada 24 orang. Dua orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan dua orang lainnya meninggal dunia.

“Sedangkan dari 19 orang yang dinyatakan positif, yang dinyatakan paliing dominan, sebanyak 15 orang dan telah diisolasi”, ujarnya.

Ke-15 orang tersebut sambungnya, merupakan cluster Tembara dari Magetan dan rata-rata berusia di bawah 30 tahun. Fisiknya pun terlihat sehat, sehingga diharapkan bisa segera sehat kembali.

Sedangkan empat orang lainnya berasal dari Cepu dan Perumda Blora.

Komang yang sebelumnya sempat menjadi berita hangat karena diminta mundur dari jabatannya oleh Gubernur Jateng, akibat tidak memiliki data perantau yang terdampak Covid-19 menyatakan, setiap hari selalu membuat pres realease tentang perkembangan Covid-19 di Kabupaten Blora.

Tujuannya, selain memberikan informasi, juga memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Lembaga-lembaga lain termasuk LSM, diharapkan juga ikut mengedukasi masyarakat. Misalnya, setiap saat harus mengenakan masker. Apalagi apabila pergi ke pasar atau mall”, ujarnya.

Diaku, mall dan pasar tradisional hingga kini tidak ditutup, namun warga masyarakat diminta tetap menggunakan protokol kesehatan.

Sekda yang juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19, optimistis dalam waktu dua minggu ke depan, pandemi tersebut akan mengalami penurunan.

Disinggung tentang jumlah perantau yang nekad mudik di wilayahnya, tercatat ada sekitar 35.000 orang dari sekitar 700.000-an orang yang merantau.

Para pemudik tersebut, diperkirakan tidak akan menambah jumlah penderita Covid-19. Hal ini dikarenakan di masing-masing desa dilakukan isolasi mandiri secara ketat.

“Bagi perantau yang tidak kembali ke kota, nantinya akan didaftarkan untuk bisa nemperoleh bantuan langsung tunai desa yang sudah dianggarkan”, katanya.

Sekda juga mengakui, perolehan pendapatan daerah akan mengalami penurunan dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 1,8 triliun. Sedangkan pemkab, saat ini telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 19 miliar dan Rp 44 miliar untuk untuk program BLT,  kesehatan, ekonomi, dan jaring pengaman sosial.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *