194 Calon Penumpang Ditolak Naik Kereta Api dari Stasiun Tawang

SEMARANG (Asatu.id) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) IV Semarang, menolak 194 calon penumpang kereta api dari Stasiun Tawang Semarang selama masa pemberlakuan Kereta Api Luar Biasa (KLB).

Dari data yang dihimpun PT Kereta Api Indonesia Daops IV Semarang diketahui, selama pemberlakuan KLB Selasa-Rabu (12-27/5/2020), tercatat ada 454 orang yang mengajukan izin melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari Stasiun Tawang, Kota Semarang.

Dari jumlah sebanyak itu, hanya sekitar 56% atau 255 orang yang diizinkan melakukan perjalanan. Sisa penumpang lainnya ditolak naik kereta api dari Semarang karena tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Sementara itu, selama masa KLB sudah ada 221 penumpang yang tiba maupun berangkat ke Jakarta di Stasiun Tawang, Semarang. Sedangkan yang turun maupun berangkat menuju Surabaya mencapai 185 orang.

Selain ditolak naik kereta api dari Semarang, penumpang yang tak memenuhi syarat juga akan ditolak di stasiun lain jika tak memenuhi syarat. PT KAI telah memutuskan penumpang yang akan berangkat dari dan ke Stasiun Gambir, Jakarta, wajib mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta.

“Kebijakan ini menyesuaikan dengan aturan yang diterbitkan Pemprov DKI dalam rangka menekan persebaran Covid-19 di masyarakat,” ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus.

Jika tak bisa menunjukkan SIKM, penumpang akan ditolak naik kereta api menuju Jakarta, baik dari Semarang maupun kota lain. Aturan membuat SIKM tersebut tercantum pada Pergub DKI No. 47/2020 tentang tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar Dan/Atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Saat proses verifikasi berkas untuk membeli tiket, calon penumpang KLB dari dan menuju DKI Jakarta diharuskan menunjukkan SIKM. Selain itu mereka juga harus menunjukkan berkas lainnya sesuai SE Gugus Tugas Covid-19 No.5/2020.

Kebijakan ini juga berlaku bagi penumpang yang sebelumnya telah membeli tiket mulai H-7. Jika tidak memiliki SIKM meski sudah memiliki tiket, maka tidak diizinkan melakukan perjalanan dan uang tiket akan dikembalikan 100%.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *