Usai Kunjungi Mall, Ganjar Keliling Cek Kesiapan Tempat Ibadah

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kembali berkeliling ke tempat-tempat publik dalam rangka persiapan penerapan normal baru. Usai mengunjungi mall dan perkantoran pada Selasa (26/5), kali ini Ganjar berkeliling ke tempat-tempat ibadah serta sekolah di Kota semarang.

Tempat ibadah yang dikunjungi Ganjar, Rabu (27/5), adalah Gereja Katedral Semarang dan Masjid Agung Kauman Semarang. Di Gereja Katedral, Ganjar melihat belum ada persiapan khusus karena pelaksanaan ibadah di gereja itu selama Covid-19 dilakukan secara daring.

“Selama ini kami melaksanakan ibadah secara live streaming. Kami laksanakan dua kali sehari, pagi dan sore,” kata Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko.

Uskup Rubiyatmoko juga menerangkan bahwa penerapan pembatasan peribadatan sudah ditetapkan sampai 31 Mei. Namun karena kondisi belum pasti, pembatasan peribadatan diperpanjang mulai 1 Juni sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kami perpanjang lagi pembatasan peribadatan sambil menunggu perkembangan. Kami mengikuti kebijakan pemerintah, kalau ada kebijakan baru kami tentu akan mendukung,” terangnya.

Uskup menambahkan, apabila nantinya ada kebijakan baru dan umat diperbolehkan beribadah di gereja lagi, maka standar protokol kesehatan akan diterapkan sesuai prosedur, seperti pembatasan jamaah, pengaturan jarak saat beribadah, penyediaan tempat cuci tangan maupun kewajiban pakai masker.

Usai dari gereja, Ganjar juga mengunjungi Masjid Agung Kauman Semarang. Di tempat itu, Ganjar sudah melihat persiapan yang dilakukan takmir masjid. Takmir sudah membuat batas jamaah dengan menyilang lantai dengan solasi.

Di depan masjid, petugas keamanan juga siap dengan alat pengukur suhu tubuh. Setiap jamaah juga diwajibkan cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer yang disiapkan di pintu masuk atau tempat wudhu.

“Kami sudah siapkan sejak lama dengan membuat batasan-batasan jamaah. Kalau ada jamaah, kami hanya membuka satu akses masuk dan keluar dengan pengaturan jarak,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Semarang, KH Hanif Ismail.

Hanif menerangkan, pembatasan jamaah juga sudah disiapkan di dalam. Jarak antara satu jamaah dengan jamaah lain dibuat lebih dari satu meter.

“Kami juga sediakan hand sanitizer di pintu masuk, dan sabun di tempat wudhu,” terangnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *