Data Distribusi Rapid Test di Jateng dan Hasil Pemeriksaan yang Sudah Dilakukan

SEMARANG (Asatu.id) – Sampai saat ini, sebanyak 38.111 rapid test telah terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama, jumlah rapid test yang terdistribusi di Jawa Tengah sebanyak 27.011. Untuk dinas kesehatan kabupaten/kota sebanyak 24.641, sementara untuk rumah sakit sejumlah 2.370.

Dari jumlah tersebut yang sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 22.337, yang reaktif terdapat 809 orang, non reaktif ada 21.528.

Sementara untuk tahap kedua, yang distribusikan ke 35 kab/kota sejumlah 11.100. Sampai saat ini sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 3.411, dari itu 94 di antaranya reaktif dan 3.317 non reaktif. Saat ini rapid test yang tersisa sebanyak 12.363.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menginstruksikan agar dilakukan rapid test secara massal. Instruksi Ganjar tersebut terkait dengan tingginya pergerakan masyarakat di bulan Ramadan serta lebaran.

“Sekarang kita tinggal meminta tempat kerumunan di rapid test, selain mereka yang pasti di rapid test seperti pemudik, pekerja migran, di pasar, mall atau berasal dari daerah epicentrum Covid-19,” kata Ganjar, Selasa (26/5).

Ganjar menjelaskan, pelaksanaan rapid test secara masal tersebut sudah sangat mendesak untuk melihat perkembangan pasca Ramadan dan lebaran kemarin. Terlebih dirinya mendapat laporan data dari Universitas Indonesia yang menyebutkan pergerakan masyarakat Jawa Tengah versi Google sangat tinggi.

“Itu gambaran seluruh Jawa Tengah karena basisnya adalah mobile phone yang dia (warga) pakai itu dipantau, seberapa pergerakannya karena kan GPS-nya kan hidup. Ternyata kita cukup tinggi. Artinya masih banyak yang keluyuran dan kerumunan. Jadi potensi penularan yang tinggi,” kata Ganjar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *