Pager Semar Berharap Pemkot Semarang Mengkaji Ulang Aturan Penutupan Hiburan Malam Kota Semarang

 

SEMARANG(Asatu.id)– Perpanjangan penutupan tempat hiburan di Kota Semarang seperti tempat karaoke, billiard, club malam dan SPA tertanggal 23 Mei 2020 hingga 23 Juni 2020 menuai berbagai tanggapan.

Salah satunya dari Paguyuban Entertainment Semarang (Pagersemar) Kota Semarang yang mengeluhkan perpanjangan aturan tersebut. Mereka terdiri dari pengusaha dan karyawan tempat hiburan di Kota Semarang.

“Para anggota kami dari paguyuban entertainment mengeluh oleh aturan tersebut. Kami berharapPemkot Semarang mengkaji kembali aturan tersebut,” kata Ketua Paguyuban Intertaiment Kota Semarang Indarto, Rabu (20/5/2020) kemarin.

Indarto menyampaikan, kebijakan tersebut membuat para pengusaha dan karyawan tempat hiburan di Kota Semarang merasa keberatan. Sebagaimana yang sudah dialami sebelumnya semua tempat hiburan malam ditutup selama dua bulan lebih sejak Maret 2020.

“Sehingga selama dua bulan lebih kami tidak mendapatkan pemasukan sama sekali, termasuk karyawan tidak bisa bekerja. Padahal setiap bulan kami harus membayar cicilan, SPP sekolah dan kebutuhan keluarga ,” ujar Indarto.

Menurutnya, apabila kebijakan perpanjangan penutupan hiburan malam dipaksakan hal ini semakin memberatkan para pemilik usaha untuk mencari uang di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Para paguyuban berharap kepada Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang bisa meninjau kembali kebijakan tersebut.

“Kami hanya meminta tempat hiburan malam boleh dibuka, meskipun dengan syarat-syarat yang harus dilaksanakan. Seperti kebijakan terhadap tempat-tempat usaha lain di Semarang boleh buka pagi dan ditutup pukul delapan malam,” harap Indarto.

Para paguyuban juga siap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Di antaranya, mempersiapkan disinfektan gate dengan bahan dasar air dan antiseptik yang aman buat badan pintu masuk, wajib memakai masker, melakukan penyemprotan ruangan.

“Bahkan siap melakukan pengecekan suhu tubuh setiap pengunjung masuk hingga memberlakukan pembatasan ruangan dan penerapan physical distancing (jaga jarak) bagi pengunjung,” tegasnya.

Sebagai perbandingan di Kota Solo dan di Kabupaten Karanganyar, tempat hiburan diperbolehkan beroperasi dengan syarat menaati pengaturan jam operasional misalnya dari pukul 10.00 WIB  hingga pukul 20.00 WIB dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (Berita ini sudah tayang di wartajateng.id) rabu 20.20.2020.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *