Badan Diklat Srondol Disiapkan untuk Karantina Sementara PMI yang Mudik

SEMARANG (Asatu.id) – Gelombang kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang habis kontrak atau cuti ke Jawa Tengah via jalur udara mulai terjadi. Ratusan PMI tersebut mendarat di Jateng melalui Bandara Ahmad Yani Semarang mulai Senin (18/5) hingga tanggal 23 Mei mendatang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi mengatakan, sudah mendapat laporan terkait rencana kepulangan para PMI asal Jateng itu. Pihaknya memastikan, protokol kesehatan sudah disiapkan secara ketat untuk menyambut para diaspora itu saat tiba di Jateng.

“Tadi pagi (Senin, 18/5) saya dapat laporan, ada 57 PMI dari Malaysia yang tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang. Semuanya sudah diperiksa kesehatannya saat tiba di bandara, dilakukan rapid test dan dibawa ke BPSDM Jateng untuk karantina,” kata Ganjar.

Dari informasi yang didapatkannya, kepulangan para PMI ke Jateng itu akan terjadi setiap hari. Misalnya dari Kuala Lumpur, mulai tanggal 18-23 tiap hari akan ada penerbangan yang membawa para PMI Jateng.

Rinciannya, tanggal 18 Mei sebanyak 158 orang, tanggal 19 ada 135 orang, tanggal 20 ada 140 orang, tanggal 21 sebanyak 114 orang, tanggal 22 sebanyak 106 orang dan tanggal 23 sebanyak 94 orang.

“Itu data yang dikirimkan pihak sana, tapi realisasinya beda. Mungkin ada yang tidak berangkat dan sebagainya. Meski begitu, dengan data yang dikirim tersebut, kami jauh lebih siap,” terangnya.

Nantinya, lanjut Ganjar, semua PMI yang tiba di Jateng akan langsung dibawa ke gedung BPSDM Jateng di Srondol Kota Semarang untuk dikarantina. Di gedung milik Pemprov Jateng itu, para PMI akan dikarantina selama 2-3 hari, sambil menunggu jemputan dari Kabupaten/Kota masing-masing.

Selama di BPSDM, para PMI tersebut akan dicek kesehatannya secara berkala, menjalani rapid test dan penerapan protokol kesehatan. Mereka yang sehat akan dipisahkan dengan yang menunjukkan reaksi saat pemeriksaan rapid test berlangsung.

“Kami siapkan ruangan cukup banyak, mereka akan kami pisahkan mana yang sudah rapid test, mana yang reaktif, agar saat dijemput Kabupaten/Kota bisa dilakukan tindakan tertentu. Kami harap semuanya sehat,” tegasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *