Manajer CDC PT Telkom: Sistem Online, Strategi Tepat Bagi UMKM

SEMARANG (Asatu.id) – Merebaknya wabah Covid-19, tidak perlu hanya diratapi. Sebaliknya, harus bisa disiasati agar perekonomian keluarga tetap dapat terpenuhi.

“Khususnya bagi kalangan pelaku UMKM, harus mampu melakukan perubahan strategi penjualan dagangannya. Tidak lagi dengan cara manual, namun dengan sistem online”, tandas Manajer Community Development Center (CDC) PT Telkom (Persero) Regional IV Jateng/DIY, Mashuri yang ditemui di kantornya, Kamis (14/5).

Mashuri menjabat sebagai Manajer CDC sejak 1 Mei 2020, menggantikan posisi Agus Suko Basuki yang memasuki masa pensiun. Sebelumnya,
Mashuri menjabat sebagai Manajer HR Planning and Development yang menangani pengembangan SDM, karier, talent, dan kinerja karyawan.

Mahuri lebih lanjut mengungkapkan, dengan sistem online, para pelaku UMKM diharapkan tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya seperti biasa.

Apalagi, pelatihan ‘Go online’ jauh-jauh hari sebelumnya telah diberikan kepada para mitra binaan PT Telkom, jadi bukan merupakan hal yang baru.

“Dengan adanya pelatihan tersebut, para mitra binaan sudah mampu mendesain dan menata produknya sebaik mungkin untuk ditampilkan di media sosial”, katanya.

Selain mengucurkan bantuan permodalan, PT Telkom (Persero) sengaja melakukan pelatihan dan pembinaan, bahkan program pendampingan kepada para mitra binaannya. Tujuannya, agar usaha yang dikelola para mitra binaan dapat terus berkembang.

Diakui, dalam situasi pandemi Covid-19 ini,  kota-kota di wilayah Jateng/DIY banyak yang terdaftar dalam zona merah, termasuk Kota Semarang dan Solo.

Karenanya, penjualan dengan sistem online adalah pilihan yang paling tepat. Dia juga meminta agar para mitra binaan tetap semangat dalam menjalankan kegiatan usahanya yang antara lain berupa fashion, produk makanan, dan aneka kerajinan.

PT Telkom Regional IV Jateng/DIY saat ini memiliki tujuh wilayah mitra binaan. Masing-masing wilayah Semarang, Pekalongan, Purwokerto, Kudus, Solo, Magelang, dan Yogya.

Sedangkan dana bantuan permodalan yang dikucurkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) hingga tahun 2020 mencapai rp 498,3 miliar yang disalurkan kepada 17.790 UMKM. Hingga saat ini, UMKM yang masih aktif tercatat sebanyak 668 UMKM.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *