Zainal Petir Usulkan, Anggota ITMI Kota Semarang Bisa Memperoleh Kartu Prakerja

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota tunanetra yang tergabung dalam Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang, diusulkan untuk bisa memperoleh Kartu Prakerja. Sebab, sejak adanya pandemi Corona, mereka adalah salah satu kelompok masyarakat ikut terdampak.

Hal itu diungkapkan Pembina ITMI Kota Semarang, Zainal Abidin Petir saat mendampingi belasan anggotanya di kantor Disnaker Kota Semarang, Jl Ki Mangunsarkoro dan Disnaker Provinsi Jateng, Senin (20/4).

Sebagian anggota ITMI Kota Semarang itu, datang ke kantor Disnaker yang juga Posko Kartu Prakerja Kota Semarang untuk mendapatkan bantuan pendampingan pendaftaran secara online.

”Saya mohon kepada Pak Presiden Jokowi, Pak Gubernur Jawa Tengah, dan Pak Wali Kota Semarang, untuk membantu mempermudah para anggota ITMI Kota Semarang memperoleh Kartu Prakerja. Mereka sangat terdampak dengan adanya pandemi ini,” tegasnya.

Dijelaskan, sebelum pandemi, anggota ITMI yang kebanyakan adalah tukang pijat, menerima sekitar dua hingga enam orang tamu dalam sehari. Namun sejak ada Corona, banyak yang menganggur.

”Adanya social distancing dan physical distancing, praktis pemijat tidak dapat order. Ada yang selama satu minggu hanya memperoleh satu order. Dan banyak di antaranya yang ‘blong’ alias tidak ada order pijat sama sekali. Mau jualan nggak bisa, bisanya hanya mijat, keahlian mereka hanya itu. Mereka selama ini hidup hanya dari menjual jasa menjadi pemijat.”

Zainal yang juga Komisioner Komisi Informasi Jawa Tengah dan pengurus MUI Jawa Tengah itu berharap, proses pemberian Kartu Prakerja bagi sekitar 180-an anggota ITMI Kota Semarang dipermudah.

Sementara Kepala Disnaker Kota Semarang, Dr Sutrisno MHKes menyatakan, pihaknya juga berharap sebanyak mungkin warga Kota Semarang yang mendaftarkan secara online, guna memperoleh Kartu Prakerja.

”Tugas kami hanya membantu. Keputusan ada di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko). Ya dan tidaknya, itu tergantung dari Kemenko,” jelasnya.

Slamet Cahyono anggota ITMI yang ikut mendaftar di Disnaker Kota Semarang menyatakan terima kasih karena telah dibantu mendaftarkan diri untuk mendapatkan Kartu Prakerja.

”Sudah seminggu lebih tidak ada order memijat. Beruntung ada bantuan sembako dari pemerintah dan para dermawan. Alhamdulillah, yang penting ada beras. Makan sama lauk apa saja tidak masalah,” kata warga Borobudur Utara IV Kalipancur Manyaran ini.

Sekretaris ITMI Kota Semarang Andi Setiono menyatakan, dalam situasi pandemi Corona, pengurus berusaha menginiasi untuk bisa beraudiensi dengan para pemangku kepentingan dan para dermawan Kota Semarang.

”Alhamdulillah, Pak Wali Kota sudah merespons dengan memberikan bantuan sembako. Para dermawan juga sudah ada yang membantu sembako. Prinsip saya dan teman-teman anggota ITMI, yang penting di rumah ada beras, mi instan, dan sedikit uang untuk kebutuhan sehari-hari. Itu sudah sangat kami syukuri,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *