Kunjungi Asrama Mahasiswa di Semarang, Ganjar Pastikan Dapur Mereka Tetap Ngebul

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kembali melakukan sepedaan untuk mengunjungi beberapa asrama mahasiswa Semarang, Kamis (16/4). Sejak pukul 06.00 WIB, gubernur berambut putih itu telah mengayuh sepeda keliling ke enam asrama mahasiswa luar daerah yang ada di Semarang.

Dimulai dari asrama mahasiswa Makassar di daerah Bulustalan, asrama mahasiswa Maluku di Lempongsari, asrama mahasiswa Aceh di Tembalang, asrama mahasiswa Lampung, Palembang dan Kalimantan Barat di Bendan Ngisor.

“Yang pertama saya cek adalah dapurnya. Saya memastikan saja mereka tidak repot untuk soal makanan, kebutuhan sehari-hari. Insyaallah jika itu tercukupi, aktivitas lain tinggal jalan saja. Ini anaknya mandiri-mandiri dan keren,” kata Ganjar.

Ganjar juga mengapresiasi atas pilihan mereka yang tetap bertahan di Jawa Tengah dan tidak memilih pulang kampung di saat wabah seperti ini. Meski terdapat mahasiswa yang masih bisa mencukupi kebutuhan kesehariannya, ada pula mahasiswa yang memerlukan bantuan.

“Insyaallah kita bantu sembakonya agar mereka tetap bisa belajar dengan nyaman, orangtua tenang keluarga tidak khawatir. Saya pastikan dapurnya mereka memang tetap ngepul,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan bantuan akan dikirim pegawai Pemprov Jateng siang ini ke asrama-asrama tersebut. Terdiri dari beras, minyak goreng, telur, mie instan, buah-buahan. Ada pula multivitamin, makanan siap saji, hand sanitizer, masker sampai peralatan olahraga.

Selain ngecek dapur, Ganjar juga menanyakan aktivitas keseharian yang mereka jalani selama menjalani masa psycal distancing ini. Kebanyakan dari mereka memilih kegiatan tradisi daerah masing-masing. Kerena tidak bisa terlepas dari kopi, ngopi jadi pilihan utama mahasiswa asal Aceh. Sementara untuk mahasiswa Maluku lebih memilih menghabiskan waktu sambil bernyanyi.

Ketika diminta Ganjar untuk nyanyi, mereka memilih lagu Sio Mama, tembang kerinduan anak kepada ibunya.

“Sio mama e….beta rindu mau pulangeeee. Sio mama e….beta so lia…kurus lawange.”

Mendengar lagu kerinduan tersebut Ganjar pun langsung nyeletuk, rindu boleh tapi jangan ketemu, jangan pulang terlebih dahulu.

“Nanti akan kita bantu kirim sembako ya. Jangan pulang, telpon lah mama,” kata Ganjar mengingatkan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *