Gelar Konferensi Video dengan Pelajar, Ganjar: Mereka Butuh Tatap Muka Seperti Ini

SEMARANG (Asatu.id) – Program Belajar di Rumah akibat pandemi Covid-19, ternyata belum sesuai harapan pemerintah.
Bahkan, dari 35 pelajar yang melakukan konferensi video dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (16/4) sore, sebagian besar pelajar menyatakan bosan.

Karena suasana bosan tadi, tidak jarang justru para siswalah yang berinisiatif membuat grup-grup belajar online untuk mengatasi kebosanan tersebut.

Ganjar melakukan konferensi video selama dua jam setengah. Sebanyak 35 pelajar dari perwakilan Forum Anak Kabupaten/Kota di Jawa Tengah satu persatu menyampaikan uneg-unegnya, dari keluhan sampai usulan metode pembelajaran.

“Setidaknya bapak ibu guru memahami situasi ini agar dibuatkan model pembelajaran yang kreatif. Intinya mereka butuh yang seperti ini (konferensi video), mereka butuh tatap muka, kelihatan wajahnya, ada pengantar lalu diberi tugas. Atau beri tugas saja yang mereka lebih senang, seperti bikin vlog,” kata Ganjar.

Konferensi video tersebut sengaja Ganjar lakukan setelah mendapat banyak aduan dari siswa di media sosial. Ganjar yang berulang kali melakukan konferensi video dengan berbagai pihak, akhirnya memutuskan menggelar hak serupa dengan para siswa.

“Karena saya ingin tahu belajar di rumahnya itu seperti apa. Begitu saya tawarkan tadi pagi, kita invite semua, semua langsung bisa ikut. Rasanya mereka happy banget bisa komunikasi langsung,” katanya.

Bahkan setelah merasakan kegayengan konferensi video tersebut, Ganjar juga berencana bakal kembali menjalan program Gubernur Mengajar yang telah berhenti semenjak pemberlakuan Belajar dari Rumah. Bukan hanya itu, dalam waktu dekat Ganjar juga bakal melakukan konferensi video dengan para perantau Jateng di luar daerah.

“Saya terinspirasi di suasana stay at home ini program Gubernur mengajar saya rasa bisa dijalankan. Rencana saya akan saya teruskan dengan calon pemudik yang tidak mudik. Untuk mereka yang di Jabodetabek, mau saya ajak bicara agar persoalannya bisa disampaikan dan terselesaikan. Dengan TKI juga. Akan kita buat serial,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *