Muhammad Afif Minta, Masyarakat Disiplin Terapkan Physical Distancing

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Muhammad Afif meminta masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan pembatasan jarak fisik atau physical distancing untuk mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).
“Kami mendorong agar masyarakat untuk lebih disiplin, ikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan cuci tangan pakai sabun (CTPS), juga disiplin menerapkan physical distancing, hindari kerumuman dan tetap dirumah saja jika tidak ada keperluan mendesak, jika harus keluar pun, wajib pakai masker,”kata Afif, Kamis (9/4) di Kota Semarang.
Untuk lebih mengoptimalkan penerapan physical distancing kata Afif, sebenarnya Pemkot Semarang sudah berupaya keras agar kebijakan ini tertib dijalankan oleh masyarakat.
Misalnya, imbauan dari Wali Kota untuk stakeholder dibawahnya, sampai dengan penutupan sejumlah jalan protokol di Kota Semarang untuk mengurangi mobilitas masyarakat dari pukul 18.00 WIB – 06.00 WIB.
“Ini sudah baik, kebijakan Pak Wali Kota, namun jika ini masih banyak yang ramai juga, perlu mempertimbangkan kebijakan represif dari Pemkot. Karena penutupan itu, saya amati hanya mengurangi jam keluarnya anak-anak muda di waktu tersebut. Yang perlu dipikirkan, tidak hanya mengurangi itu, ke depan bagaimana penekananya,” ungkap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Disisi lain Afif, menilai perlunya sosialisasi intens tentang physical distancing ini hingga ke tingkat bawah. Karena, Afif menyebut sebagian masyarakat masih belum disiplin dalam penerapan kebijakan ini.
“Memang masyarakat ini kan perlu orang yang selalu mengingatkan. Pak Walikota itu sudah seringkali mengingatkan lewat struktur, camat dan lurah. Di kelurahan, sudah bagus komunikasi dengan tokoh masyarakat, baik RT maupun RW . Itu yang perlu ditingkatkan komunikasi dengan tokoh-tokoh agama, ini untuk mengingatkan masyarakat,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *