Ka Dinkes Kota Semarang: Empat PDP Menyusul Sembuh

SEMARANG (Asatu.id) – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Semarang berangsur-angsur sembuh. Kini empat orang PDP, kembali dinyatakan sembuh.

Kabar baik ini, disampaikan Pemkot Semarang. Setelah 17 PDP positif Covid-19 sembuh, kini ada tambahan empat PDP lagi yang dinyatakan sembuh.

Kabar baik tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Abdul Hakam, Jumat (10/4).

Keempat PDP positif Covid-19 tersebut dinyatakan sembuh, setelah menjalani tes swab yang hasilnya negatif.

“Hari ini kita dapat kabar baik lagi, empat PDP Positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Dua orang di RS Wongsonegoro, RS Elisabet dan RS Telogorejo, masing-masing satu pasien,” ujar Abdul Hakam

Sehingga saat ini, tercatat sudah ada 21 PDP Positif Covid-19 yang sembuh di Kota Semarang.

“Mudah-mudahan seminggu kedepan akan lebih banyak lagi PDP yang sembuh. Karena saat ini sudah ada puluhan PDP yang masih menunggu hasil lab tes swab yang menjalani perawatan perbaikan klinis,” tambah Hakam.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, dengan tren peningkatan PDP positif Covid-19 yang sembuh, bukan berarti wabah ini telah selesai.

“Saat ini kita sudah masuk pekan keempat melawan Covid-19, ada cerita duka ada cerita keberhasilan menyembuhkan,” ujar Wali Kota Semarang.

Untuk itu Hendi, panggilan akrabnya menyampaikan pesan untuk warga masyarakat, khususnya warga Kota Semarang untuk tidak pernah menyepelekan wabah Covid-19.

“Mari kita tetap berdisiplin diri. Kita lawan yang namanya Covid-19 ini, bagaimana caranya ? Buat yang urgent, keluar rumah harus pakai masker, jangan sampai tertular karena tidak mengenakan masker,” pesan Hendi.

Lebih lanjut Hendi menegaskan, bagi masyarakat untuk menunda kegiatan yang bisa ditunda dan lakukan aktifitas dari rumah.

“Kami mewakili pemerintah menyampaikan rasa prihatin, karena banyak kegiatan  usaha yang terpaksa tutup, pabrik-pabrik merumahkan karyawanya, restoran merumahkan pegawainya, bahkan hotel-hotel juga banyak merumahkan karyawanya. Ojol mengeluh karena sepi orderanya, PKL mengeluh karena sepi pembelinya dan semua sektor terkena dampaknya akibat Covid-19,” terang Hendi.

Namun dia menegaskan, semua masyarakat harus tetap semangat dan sehat. Untuk membantu meringankan beban itu, Pemkot Semarang dalam minggu ini menyalurkan bantuan tahap pertama berupa 100 ribu paket sembako.

“Mungkin tidak bisa mencukupi semua kebutuhan masyarakat Kota Semarang. Maka manfaatkan lumbung kelurahan dilingkungan masing-masing,” pinta Hendi.

Lumbung kelurahan yang dimaksud Hendi adalah, bagi warga yang mampu, diminta kerelaannya untuk membantu dua tetangga atau tiga atau 10 tetangga disekitarnya dengan bantuan sembako.

“Atau sebaliknya, jika dalam satu kelurahan itu tidak ada kelompok-kelompok yang peduli, bisa diceritakan kepada kami. Pemkot Semarang, Insya Allah akan mencarikan solusinya. Tetap semangat, selalu sehat, Insya Allah Covid-19 akan pergi dari Kota Semarang dan Indonesia,” ujar Hendi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *