Jalur Masuk Kota Semarang Dijaga Ketat

SEMARANG (Asatu.id) – Seluruh jalur yang akan masuk Kota Semarang, kini dijaga ketat oleh petugas Polrestabes Semarang. Petugas akan menyediakan platform digital untuk mendata setiap pemudik dari luar kota yang menggunakan kendaraan pribadi masuk ke Kota Semarang.
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dan monitoring penyeberan virus Corona atau Covid-19.
Menurutnya, langkah Platform digital ini telah disampaikan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
“Wali Kota pun mendukung. Platform digital ini, khusus  untuk pendataan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan, pemudik yang menggunakan transportasi umum, menggunakan formulir,” jelas AKBP Yuswanto Ardi, kemarin.
Setiap pemudik pengguna kendaraan pribadi akan dicegat terlebih dahulu oleh petugas. Para pemudik tersebut wajib mengisi data dan melaporkan diri di tempat tujuan atau saudaranya masing-masing di Semarang menggunakan platform digital.
“Itu kemudian akan kita datakan di database digital kami. Pelaksanaannya mulai per Senin (6/4). Para pemudik harus mengisi data di platform yang telah disediakan pihak kepolisian. Ada empat perbatasan yang kita jaga,” ungkap Ardi, sapaannya.
Selain platform digital, pihaknya pun tetap akan mendistribusikan formulir atau surat pernyataan.
Formulir ini khusus ditujukan kepada para pemudik yang menggunakan jasa transportasi umum.
Begitu sampai Semarang, pemudik akan menyerahkan formulir yang telah diisi kepada petugas.
“Tujuannya, supaya kami bisa memetakan penumpang yang masuk Semarang, mau kemana saja. Karena ini sejalan dengan perintah Presiden agar para pendatang dikategorikan sebagai ODP (orang dalam pantuan). Nah setelah ODP, mereka diharapkan bisa menjalankan isolasi mandiri. Ini berlaku juga bagi para pemudik dengan kendaraan pribadi,” ungkapnya.
Untuk menjalankan isolasi dengan baik menurut Ardi, butuh pengawasan. Dalam hal ini, pengawasan akan dilakukan oleh lurah, RW, RT, maupun Bhabinkamtibmas.
“Bagaimana RT, RW, lurah, dan Bhabinkamtibmas melakukan pengawasan, tentu dengan hasil pemetaan yang didapatkan dari personel kami saat pendataan pemudik,” tandasnya.
Sebelumnya Hendrar Prihadi sudah meminta kepada warga Kota Semarang yang bekerja di luar kota untuk tidak pulang dulu ke kota yang dipimpinnya.
Himbauan tersebut kembali disampaikan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini, setelah ada peningkatan pergerakan masyarakat dari DKI Jakarta menuju ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur darat, beberapa waktu lalu.
Pasalnya, meskipun ada pengecekan suhu tubuh pada beberapa posko kesehatan disepanjang jalur yang dilewati, Hendi mengingatkan Covid-19 dapat dibawa seseorang tanpa gejala.
Hendi menegaskan, jika masyarakat nekat mudik, memiliki potensi untuk membahayakan keluarga di kampung halaman, yang kemudian justru menjadi tidak nyaman untuk banyak pihak.
“Sekali lagi saya menghimbau kepada seluruh sedulur Semarang yang saat ini sedang bekerja di luar Semarang, demi keamanan dan keselamatan keluarga kita semua, sebaiknya urungkan niat untuk mudik dulu,” pinta Walikota.
Hendi meyakini, pemerintah pusat pasti akan mengeluarkan kebijakan pengganti waktu mudik, agar masyarakat tetap dapat pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak saudara ke depannya.
Di sisi lain Hendi juga mengingatkan, meskipun telah banyak pasien positif Covid-19 yang sembuh serta membaik kondisinya, namun upaya bersama melawan virus Corona tidak boleh mengendur.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *