Dampak Covid-19, 2.620 Buruh di Kota Semarang Dirumahkan

SEMARANG (Asatu.id) – Dampak dari merebaknya Covid-19, menjadikan perekonomian masyarakat tidak menentu. Kalangan buruh perusahaan di  wilayah Kota Semarang terpaksa banyak yang dirumahkan.

Data yang dihimpun oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang menyebutkan, ada 2.620 buruh yang terpaksa dirumahkan.

“Dari catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, ada 2.620 buruh dari berbagai pabrik yang terpaksa dirumahkan,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (7/4).

Selain itu dilaporkan pula, sekitar 400 lebih pekerja dari 11 hotel di Semarang juga terpaksa dirumahkan. Menurut Hendi, panggilan akrab Walikota, hampir seluruh lini dunia usaha lesu akibat dampak wabah Covid-19.

Kondisi tersebut, lanjut dia, juga dialami oleh pengemudi ojek daring yang sepi penumpang dan pedagang kaki lima yang mengalami sepi pembeli.

Oleh karena itu kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah menyiapkan upaya antisipasi untuk menangani dampak kesehatan maupun ekonomi akibat pandemi Covid-19 itu.

Menurut dia, upaya penyemprotan disinfektan terus dilakukan, termasuk penyediaan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

Di sisi ekonomi, pemkot siap menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok bagj masyarakat terdampak Covid-19 ini. Namun yang terpenting dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, Hendi mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *