Masjid Agung Demak Akan Selenggarakan Sholat Jumat

DEMAK (Asatu.id) – Masjid Agung Demak menurut rencana, Jumat (3/4) akan menyelenggatakan Sholat  Jum’at, setelah sebelumnya wilayahnya dinyatakan masuk zona hijau ditengah suasana darurat Corona.

Ketua Bagian Personalia dan Pelayanan Internasional/ISO  Takmir Masjid Agung Demak, KH Mahali mengatakan, keputusan untuk tetap menyelenggarakan Sholat Jum’ at itu  diambil dalam rapat koordinasi pengurus Takmir Masjid Agung Demak bersama tokoh masyarakat, ulama, MUI Kabupaten Demak, NU, Kemenag, Dinkes,  Kodim dan Polres Demak.

“Rakor dipimpin Ketua Takmir, KH Abdullah Syifa, pelaksanaan ibadah Sholat Jumat  3 April  2020/9 Sya’ban 1441 akan dilaksanakan dengan menggunakan protokol keamanan dan kesehatan yang diperketat,” ujar kyai Mahali seusai rakor di ruang rapat Masjid Agung Demak, Kamis (2/3).

Pertimbangan Takmir untuk  menyelenggarakan ibadah Sholat Jum’at sambungnta, karena hingga kini wilayah Demak masuk dalam Zona hijau.

Selain itu, mengacu pada hasil keputusan Bahtsul Masail PWNU Jateng bahwa umat Islam yang berada di zona hijau dan kuning wajib  menjalankan Sholat Jum’at dengan memenuhi protokol keamanan dan kesehatan.

Saat ini, lanjutnya, Takmir sudah menyiapkan berbagai fasilitas untuk memenuhi standar protokol keamanan dan kesehatan. Di antaranya,  menyediakan sabun dan hand sanitizer di tempat wudhu, pembatasan akses masuk, pengecekan kesehatan dan lainnya.

“Seluruh jamaah nanati akan dicek kesehatannya oleh petugas dengan menggunakan thermal gun saat memasuki areal komplek masjid,” tuturnya.

Dia menambahkan agar standar protokol kesehatan dan keamanan dapat terpenuhi,Takmir menambah jumlah personel  yang bertugas memeriksa kesehatan jamaah yang akan memasuki areal masjid.

Selain itu, tutur KH Mahali , petugas yang mengatur barisan atau shof sholat agar setiap  jamaah berada di zona aman, juga akan ditambah. Sehingga seluruh jamaah merasa nyaman dan aman saat menjalankan ibadah di masjid peninggalan Walisongo ini.

“Takmir juga menyediakan ruang sholat khusus atau karantina di sebelah Utara serambi masjid  bagi jamaah yang saat diukur suhunya di atas 37 derajat, sehingga yang bersangkutan tetap bisa ikut Jum’atan,” tuturnya.

Sementara agar kerumunan tidak berlangsung telalu lama, Khotib akan memperpendek prosesi khutbahnya. Sedangkan Imam Sholat  Jum’at  akan membaca  surat pendek setelah pembacaan surat Fatihah pada rokaat pertama dan kedua

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *