PT Pertamina Terapkan Physical Distancing di SPBU-SPBU

SEMARANG (Asatu.id) – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta telah menerapkan physical distancing atau menjaga jarak fisik serta pembayaran non tunai di SPBU.

Hal ini diungkapkan oleh General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian, dalam keterangan persnya, Senin (30/3).

Social dan physical distancing sambungnya, harus selalu diterapkan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Tidak terkecuali di SPBU, juga harus menerapkan jaga jarak fisik antar konsumen dan antara konsumen dengan operator.

Salah satu contoh physical distancing yang diterapkan di SPBU adalah, adanya pembatasan jarak 1-2 meter dengan menggunakan ‘,safety cone’ dan tanda silang berwarna hitam untuk menentukan posisi konsumen dan operator.

“Di beberapa lokasi SPBU sudah diterapkan aturan tersebut, menyusul beberapa lokasi lainnya yang sedang dalam proses penerapan aturan physical distancing,” katanya.

Ia menambahkan, konsumen tidak perlu khawatir, namun tetap harus patuh dalam menjaga jarak sosial serta fisik.

“Salah satu upaya pencegahan lainnya adalah, pembayaran nontunai yang beberapa waktu lalu telah kami himbau. Saat ini Pertamina telah menerima pembayaran nontunai dengan berbagai platform. Salah satunya melalui aplikasi MyPertamina yang terhubung dengan LinkAja,” tambah Iin.

Melalui pembayaran nontunai, Pertamina berusaha untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pada pelanggan agar terhindar dari penyebaran virus Corona atau Covid-19, terutama yang berasal dari benda yang sering tersentuh banyak orang yaitu uang kertas dan logam.

“Selain itu, demi keamanan dan kenyamanan konsumen, saat ini operator di seluruh fasilitas Pertamina juga telah dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) berupa sarung tangan, masker dan hand sanitizer.,” jelasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *