Ketua LP2K Menilai, OJK Lamban Merespon Kebijakan Presiden

SEMARANG (Asatu.id) – Mewabahnya virus Corona di dalam negeri, tidak saja mengakibatkan kematian dan ketakutan masyarakat tentang ganasnya virus tersebut. Namun perekonomian masyarakat pun, ikut Terdampak.

Apalagi dengan adanya imbauan pemerintah agar warga tidak keluar rumah dan tidak berkerumun, hall ini membuat kalangan UMKM semakin terdampak.

Begitu pula dengan pelaku ojek online (Ojol) yang sebelumnya perhari rata-rata bisa memperoleh pendapatan dengan kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu, kini sehari bisa memperoleh hasil Rp 25 ribu saja, sudah merasa sangat beruntung.

“Sekarang benar-benar sepi, nyaris tidak ada penumpang. Hanya sesekali saja, ada orang yang pesan dibelikan makanan (Go Food). Tapi juga tidak seramai dulu, tutur Budi, salah seorang driver Ojol  motor yang ditemui saat mangkal di kawasan Pedurungan, Sabtu (28/3).

Disinggung tentang kemungkinannya bisa membayar angsuran motor, dia mengatakan, sudah pasti tidak bisa bayar.

Karenanya dia berharap agar pihak leasing bisa memaklumi dan memberi kebijakan seperti yang telah diumumkan Presiden Jokowi agar angsuran motor bagi pelaku Ojol dapat ditunda hingga setahun ke depan.

Ketua LP2K Semarang, H Ngargono yang dihubungi secara terpisah juga sangat menyayangkan atas lambannya pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam merespon  kebijakan Presiden Jokowi. Akibatnya, banyak perusahaan leasing dan perbankan yang tetap menagih pembayaran angsuran motor kepada pelaku Ojol.

“Harusnya dalam kurun waktu 1×24 jam, pihak OJK sudah merespon dan mengumumkan kepada  perusahaan pembiayaan dan perbankan untuk mengamankan kebijakan Presiden Jokowi”,tutur Ngargono.

Begitu pula dengan pihak PT PLN, PT Telkom, dan PDAM, hendaknya tidak melakukan penagihan kepada pelanggan, minimal sampai kondisi perekonomian rakyat kembali pulih usai wabah Covid-19 melanda negeri ini.

Kepada masyarakat konsumen, dia juga mengingatkan agar tetap berhati-hati hati apabila berbelanja di super market atau pasar tradisional. Menjaga kebersihan dan kesehatan diri, harus tetap dilakukan. Di antaranya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah berbelanja.

“Apapun alasannya, pasar adalah tempat transaksi jual beli yang dilakukan oleh banyak orang. Jadi waspada dan hati-hati, harus tetap dijaga”, tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *