Kota Tegal Berlakukan Local Lockdown, Antisipasi Masuknya Covid-19

TEGAL (Asatu.id) – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono terpaksa memberlakukan local lockdown, guna mengantisipasi dan mencegah masuknya vurus Corona atau Covid-19 ke wilayahnya.

“Hingga saat ini, Kota Tegal masih aman dari penyebaran Covid-19.  Dan kami tidak ingin, ada orang dari luar kota membawa virus tersebut masuk ke wilayah ini”, tuturnya kepada Wartawan, Senin (23/3).

Atas dasar itu, Walikota sengaja menutup akses jalan menuju Alun-alun Kota Tegal, Jalan A Yani, Jalan Gajah Mada, dan memadamkan lampu penerangan jalan umum (PJU).

Tindakan ini untuk mengurangi kerumunan warga di pusat keramaian demi mencegah mewabahnya virus Corona.

“Kita lakukan sistem local lockdown, ini hanya di dalam Kota Tegal saja, tidak seluruhnya, hanya di titik-titik yang menjadi pusat keramaian. Jalan-jalan yang ditutup mulai dari jalan masuk ke alun-alun termasuk ke Taman Poci. Jalan Ahmad Yani dan Gajah Mada, juga ditutup ,” katanya.

Penutupan beberapa ruas jalan dalam kota dan pemadaman PJU ini, dimulai Minggu (22/3) malam hingga Minggu (29/3) mendatang. Untuk lampu PJU yang dimatikan yakni, di Jalan Pancasila dan kompleks alun-alun. Termasuk lampu bertuliskan ‘Alun-alun Kota Tegal’ dan lampu penerangan Masjid Agung Kota Tegal.

Dedy menambahkan, Jalan Gajah Mada ditutup sementara, karena banyak pengguna jalan dari luar kota mampir ke Kota Tegal. Saat mereka mampir, pendatang yang tidak diketahui riwayatnya ini melakukan kontak dengan warga.

“Kalau terjadi apa-apa, siapa yang akan  bertanggung jawab. Kan riwayat pendatang, kita tidak tahu. Untuk melacaknya, juga kesulitan,” ucapnya.

Selama penutupan jalan, kendaraan dari luar kota yang akan melintasi dalam Kota Tegal dialihkan melalui Jalan Lingkar Utara baik dari arah barat (Brebes) maupun timur (Pemalang). Sehingga kendaraan tidak masuk dalam kota.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *