Keliling Masjid, Ganjar Pastikan Protokol Kesehatan Jelang Jumatan

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, gowes keliling Kota Semarang dan mengunjungi sejumlah masjid. Hal itu dilakukan setelah sejumlah masjid di Jawa Tengah memutuskan untuk tetap menggelar shalat Jumat, hari ini.

Ganjar bersama rombongan pertama mampir di Masjid al-Hikmah Gayamsari Kota Semarang. Setelah itu, Ganjar berkeliling mengecek laboratorium kesehatan Jawa Tengah, SDN 1 Kalicari Semarang dan mampir di Masjid Agung Kauman Kota Semarang.

Di dua masjid yang dikunjungi, Ganjar berdialog dengan pengurus tentang persiapan pelaksanaan shalat Jumat. Ganjar memastikan, bahwa standar protokol keamanan telah dilaksanakan dengan baik.

“Karpet sudah digulung semua kan? Lantai sudah dipel dan pintu masuk nanti dibatasi. Sediakan sabun dan hand sanitizer di tempat wudhu,” pinta Ganjar.

Ganjar dengan detil melihat persiapan dua masjid itu untuk memastikan semua regulasi yang ditetapkan telah dilakukan dengan baik. Saat melihat tidak ada sabun di tempat wudhu Masjid Agung Kauman Semarang, Ganjar langsung tegas memanggil pengurus.

“Itu kok tidak ada sabunnya? Ini serius lho, jangan anggap sepele,” tegasnya.

Salah satu pengurus masjid mengatakan memang belum menyediakan sabun di tempat wudhu. Meski begitu, para jamaah sebelum masuk, tangannya akan disemprot dengan cairan disinfektan.

“Jangan begitu, ini saya kasih uang untuk beli sabun. Sekarang langsung beli dan taruh di tempat-tempat wudhu itu,” ucap Ganjar sambil memberikan sejumlah uang kepada pengurus.

Sekertaris Badan Pengelola Masjid Agung Kauman Semarang, Abdul Wahid mengatakan, pelaksanaan shalat Jumat tetap akan dilaksanakan di masjid itu. Meski begitu, pihaknya sudah melakukan sejumlah antisipasi sesuai aturan yang berlaku.

“Nanti setiap jamaah yang masuk, tangannya kami semprot cairan disinfektan. Kemudian kami membatasi pintu masuk dan ada penjagaan agae semua aman,” tegasnya.

Untuk pelaksanaan shalat di dalam masjid, pihaknya akan mengatur shaf para jamaah. Nantinya, shaf tidak boleh terlalu dekat agar semua terhindar dari penyebaran virus itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *