Ganjar Rapat Penanganan Corona Bareng Bupati dan Walikota Lewat Video Conference


SEMARANG (Asatu.id) – Bupati dan walikota se Jawa Tengah diminta turut andil menangani merebaknya Virus Corona. Komando itu disampaikan langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menggelar rapat video conference dengan seluruh bupati/walikota se Jawa Tengah, Selasa (17/3).

Dalam rapat tersebut juga disepakati seluruh sekolah diliburkan dan rumah sakit di bawah kelola kabupaten/kota diperbantukan. Terkait hal itu, keputusan pertama yang diambil adalah menutup lembaga-lembaga pendidikan, dan mengganti pembelajaran melalui daring.

Perkembangan terakhir kasus Covid-19 di Jawa Tengah sampai Selasa (17/3), status Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1005 orang, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 69, yang dirawat 42 dan yang pulang sehat 24. Sementara ada empat pasien positif dan dua telah meninggal dunia.

“Seluruh bupati walikota tadi sepakat (meliburkan) untuk memantau agar memastikan mereka tidak keluar rumah dan belajar melalui daring. Termasuk wali murid agar tidak mengajak anaknya piknik,” kata Ganjar.

Begitu pula dengan sekolah berbasis boarding school, seperti SMA Taruna Nusantara, Magelang. Karena sebagian siswa saat ini tengah menjalani masa libur, Ganjar berharap yang saat ini masih berada di asrama untuk tidak beraktivitas di luar.

“Termasuk yang Taruna Nusantara. Karena sebagian ada yang libur. Yang di sana jangan keluar, kalau yang sudah di rumah diperpanjang saja liburnya sampai 14 hari,” katanya.

Untuk sektor kesehatan, Ganjar mengatakan seluruh bupati dan walikota menyepakati untuk turut mengaktifkan rumah sakit di bawah kelolanya diperbantukan kepada rumah sakit milik Pemprov dalam penanganan pasien Corona-19.

“Tapi kami minta bantuan, agar alat-alat di rumah sakit bisa dipenuhi khususnya APD (alat pelindung diri). Ini yang kami butuhkan nanti akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Terus juga kebutuhan VTM, Virus Transport Media, yang mulai saat ini kita butuh banyak,” kata Ganjar.

Kekuatan sektor kesehatan yang dimiliki pemerintah tersebut, dari rumah sakit di bawah kelola Kementerian Kesehatan, Pemprov dan kabupaten juga bakal mendapat back up dari beberapa rumah sakit swasta di Jawa Tengah.

“Ada juga partisipasi dari masyarakat yang menyampaikan rumah sakit yang dia miliki akan membantu provinsi dalam memperkuat penanganan pasien dan di antaranya saya minta pengobatan gratis,” katanya.

Ganjar berharap upaya dari pemerintah dan lembaga kesehatan swasta tersebut juga diimbangi masyarakat dengan menerapkan pola hidup sehat. Karena menurut Ganjar, penangkalan utama yang ampuh adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

“Olahraga, makan yang bergizi dan sering-sering berjemur. Yang ada di rumah jemur semuanya karena itu bisa mengurangi. Biar kita punya benteng perlawanan yang bagus dari tubuh,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *