Ketemu Ganjar, Mantan Anggota ISIS Ingin Bantu Deradikalisasi di Jateng


SEMARANG (Asatu.id) – Seorang mantan anggota ISIS, Febri Ramdani menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Senin (9/3). Kepada Ganjar, warga Depok Jawa Barat ini ingin membantu program deradikalisasi yang digalakkan Pemprov Jateng.

Tak hanya sendiri, Febri ditemani oleh dua orang eks narapidana terorisme (napiter) yakni Nur alias Hariyanto dan Badawi Rahman alias Yusril. Keduanya adalah warga Semarang yang pernah terlibat dalam kegiatan terorisme di Indonesia.

Kepada Ganjar, Febri menceritakan kisahnya selama di 300 hari di Suriah. Kisah itu ia tulis dalam buku berjudul 300 Hari di Bumi Syam; Perjalanan Seorang Mantan Pengikut ISIS itu berisi tentang pengalamannya selama di Suriah.

Febri menerangkan, ia berangkat ke Suriah untuk menyusul keluarga besarnya yang terpengaruh propaganda ISIS. Dengan menjual seluruh aset di Indonesia, keluarga besarnya berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Ketika tiba di Suriah, Febri menyaksikan bagaimana kengerian yang terjadi akibat perang saudara di negara itu. Semuanya berbeda dengan apa yang ia pikirkan sebelumnya.

“Saya lihat negara itu hancur. Suara bom bisa terdengar ratusan kali dalam sehari. Saya juga pernah ditangkap dan ditahan selama satu bulan oleh salah satu faksi di sana,” ucapnya.

Selama lima bulan Febri mencari keluarganya di Suriah. Saat ketemu, ada beberapa saudaranya yang sudah meninggal karena dipaksa berperang.

Febri pun melihat kondisi Suriah yang ternyata jauh dari propaganda yang ditawarkan ISIS. Saat propaganda berlangsung, ISIS memberikan janji bahwa semua yang mau hijrah ke daerah itu akan mendapat fasilitas termasuk gaji, tunjangan dan lainnya.

Namun faktanya itu tidak ada sama sekali. Orang-orang yang ada di sana dipaksa mengikuti kegiatan militer dan berperang, sementara yang perempuan dipaksa menikah.

“Kondisi itulah yang membuat saya sadar, bahwa langkah saya salah. Saya catat semua pengalaman saya itu dalam buku ini, agar saya bisa sharing pengalaman dan mengedukasi kepada masyarakat, bahwa propaganda ISIS itu semuanya tidak benar,” tegasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *