Kendal dan Purworejo Memiliki Tingkat Kerawanan Tertinggi Dalam Penyelenggaraan Pilkada

SEMARANG (Asatu.id) – Kabupaten Kendal dan Kabupaten Purworejo, termasuk kategori daerah yang memiliki kerawanan tinggi dalam pelaksanaan pilkada 2020.

Hal tersebut terungkap dalam desiminasi hasil Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) yang dilaksanakan Bawaslu Jawa Tengah.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Tengah, Anik Solihatun dalam keterangannya mengatakan, wilayah Kabupaten Kendal memiliki tingkat kerawanan dengan skor 65,33 dan Kabupaten Purworejo dengan skor 57,38.

Adapun 19 daerah lain masuk kategori sedang dengan skor antara 43,58 hingga 54,52. Secara umum, tingkat kerawanan di masing-masing daerah memiliki skor yang berbeda-beda di masing-masing dimensi, ujarnya, Kamis (5/3).

Diungkapkan, dalam dimensi konteks sosial politik, Sukoharjo menempati skor tertinggi dengan 55,59. Dalam dimensi penyelenggara pemilu yang bebas dan adil, skor tertinggi di Kendal dengan angka 60,36. Adapun peringkat kedua adalah Demak.

Dalam dimensi kontestasi, ditempati Kendal dengan skor 71,68. Adapun dalam konteks partisipasi ditempati Purworejo dengan skor 84,75 persen.

“Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa masing-masing kabupaten/kota memiliki tingkat kerawanan masing-masing sesuai dengan dimensi yang ada,i” tandasnya.

Setidaknya lanjut Anik, ada empat isu yang harus menjadi perhatian di seluruh kabupaten/kota yang menggelar Pilkada 2020 di Jawa Tengah. Seperti, keberpihakan aparatur pemerintah.

Politik transaksional pasangan calon tim kampanye dan tim sukses, penggunaan media sosial dalam penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, dan penyusunan daftar pemilih yang tidak akurat, katanya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *