Kaca Bus Trans Semarang Terlalu Gelap, Perlu Ada Perubahan

SEMARANG (Asatu.id) – Bus Feeder Trans Semarang hingga kini masih kurang efektif, karena masih sepipenumpang. Untuk itu. Perlu dievaluasi lagi.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kota Semarang, M Sodri menilai, sepinyapenumpang ada beberapa faktor. Di antaranya,  inovasimasih kurang dan kaca bus yang gelap, diperkirakanmembuat warga enggan menggunakan jasa bus tersebut

Kaum wanita banyak yang takut naik bus tersebut.Mereka umumnya merasa kuatir menjadi korbankejahatan seksual atau kejahatan material. Karena apayang terjadi di dalam bus, tidak terlihat dari luar.

Selain itu, halte bus masih relatif sedikit dan  belummerata masuk di berbagai kawasan pemukiman padatpenduduk.

“Bus terlalu gelap. Ibu-ibu pada takut naik, karenakhawatir jadi korban kejahatan seksual ataupunkejahatan material. Itu pengaduan yang masuk kekami,” ujar M Sodri, Selasa (3/3).

Dikatakan, pihaknya telah memperhatikan persoalanbus Feeder Trans Semarang sejak dua bulan terakhir.Bahkan Fraksi PKB telah menugaskan empat orangangggota, dibantu staf dan tenaga ahli fraksi untukmelakukan pengamatan dan observasi di lapangan.

Kami telah mengamati dan melakukan observasi ataslayanan transportasi publik ini. Kami telah mendengarkeluhan masyarkat. Kesimpulan kami, perlu adaperubahan kaca bus dan perlu perbaikan sarana untukpenumpang,” tutur Sodri.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *