Pasien Meninggal Dunia di RSUP dr Kariadi, Dipastikan Bukan Karena Virus Corona

 

SEMARANG (Asatu.id) – Direktur Medika danKeperawatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr AgoesOerip Purwoko mengakui, hari Minggu (23/2) adapasien RSUP dr Kariadi Semarang yang terdugaterkena virus Corona meninggal dunia.

Namun pasien belum tentu meninggal karenaterinveksi virus Corona. Yang jelas, pasien meningaldunia karena gagal nafas dan komplikasi multi organ,” tandasnya kepada insan pers di ruang pertemuan RSUP dr Kariadi Semarang, Rabu (26/2).

Dalam pertemuan yang dihadiri Kadinkes Prov Jatengdan Kadinkes Kota Semarang, dr Agoes lebih lanjutmenjelaskan, pasien meninggal dunia yang berjeniskelamin laki-laki dan berusia kurang dari 40 tahun itu, sebelumnya memang masuk dalam perawatan di RSUP dr Kariadi karena diduga terkena virus Corona

Tapi dari hasil pemeriksaan Puslitbangkes di Jakarta, pasien tersebut tidak terkena virus Corona. Untuk itu, diizinkan pulang ke rumah dan hanya tercatat sebagaipasien dalam pantauan,” ujarnya.

Bahkan katanya, pasien yang bersangkutan jugasempat pergi ke luar kota. Saat bepergian itu, sakitnyakembali kambuh. Pasien mengalami demam dan sesaknafas. Dan kembali dirawat di RSUP dr Kariadi padatanggal 19/2 dan akhirnya meninggal dunia padaMinggu (23/2).

Meski meninggal dunia bukan karena virus Corona, tetapi pasien tersebut tetap dimakamkan dengan carakhusus. Jenazah dimandikan dan dirawat secara khususserta perawat yang memandikan jenazah, jugamenggunakan pakaian khusus pula. Pihak keluargajuga tidak diperkenankan membuka peti jenazah.  

“Hal ini hanya untuk menjaga semua kemungkinanyang bisa saja terjadi. Sifatnya, hanya sebagaipengamanan, baik pengamanan bagi perawat yang mengurus jenazah, bagi keluarga, dan para tetanggayang melayatnya,” kata dr Agoes.

Untuk mencegah, di samping memastikan pasienterkena virus Corona atau tidak sambungnya, pihakkeluarga pasien secara keseluruhan juga dilakukanpemeriksaan. Dan hasilnya negatif. Tidak ada satuorang pun anggota keluarga yang terindikasi terkenavirus Corona.

Kesimpulannya, pasien meninggal dunia, bukankarena virus Corona. Namun karena bakteri yang menyebabkan pasien mengalami demam. Batuk, dansesak nafas,” tandas dr Agoes.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *