200 Warga Binaan Lapas Kedungpane Direhabilitasi


SEMARANG (Asatu.id) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang atau Lapas Kedungpane, akhirnya bisa menyelenggarakan proses rehabilitasi bagi warga binaannya. Kegiatan tersebut akan diikuti sebantak 200 narapidana kasus narkotika.

Ini menyusul tiga lapas sebelumnya, yaitu Lapas Nusakambangan, Magelang dan Lapas Perempuan Bulu Semarang.

Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kanwil Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jateng, Marisidin Siregar mengemukakan, ada empat lapas di Jateng yang ditunjuk melaksanakan rehabilitasi sosial.

“Awalnya Lapas Kedungpane, memang tidak mendapat alokasi anggaran untuk melaksanakan program ini. Tetapi akhirnya disetujui. Yang kami utamakan untuk program kali ini adalah, warga binaan narkotika. Namun ada juga yang pidana umum,” jelas Marasidin, Kamis (27/2).

Didampingi Kalapas Semarang, Dadi Mulyadi usai membuka pelaksanaan rehabilitasi sosial bagi warga binaan di Lapas Kedungpane, lebih lanjut Marsidin mengatakan, warga binaan tersebut nantinya akan mengikuti serangkaian kegiatan.

Mulai dari motivasi kerohanian, pembinaan mental dan fisik selama enam bulan ke depan. Diperkirakan hingga bulan Agustus 2020 mendatang, baru selesai.

Dia menambahkan, untuk meminimalisir upaya pengendalian narkotika di dalam lapas, pihaknya telah melaksanakan razia rutin di tiap lapas.

Kegiatan operasi,  dilakukan delapan kali dalam sebulan. Langkah tersebut dilakukan, sebagai tindak lanjut dari upaya penyelundupan dan pengendalian narkoba yang kerap terjadi di dalam Lapas.

Belum lama ini katanya, ditemukan narkotika yang berusaha dimasukan ke beberapa barang, mulai dari pembalut hingga alas kaki.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *