Lawan Kotak Kosong, Perlu Strategi Lebih


SEMARANG (Asatu.id) – Fenomena melawan potensi kotak kosong, bagi Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau biasa dipanggil Mbak Ita, justru tetap harus diwaspadai dan tetap berkonsolidasi, baik dengan internal maupun eksternal partai.

“Untuk mengamankan rekomendasi, pertama kami harus konsolidasi internal dulu. Terus ke relawan, selanjutnya dengan para partai koalisi pengusung,” kata Mbak Ita, Senin (24/2)

Diungkapkan, akan ada strategi berbeda jika potensi melawan kotak kosong benar terjadi. Lawan kotak kosong perlu strategi lebih, karena yang dihadapi bukan paslon yang benar-benar ada.

“Nanti akan ada rapat koordinasi,  bagaimana strategi melawan kotak kosong,” ujarnya.

Yang penting sambungnya. bagaimana caranya supaya respon dan antusiasme warga Kota Semarang bersedia mendatangi TPS saat hari pencoblosan.

“Pengalaman Pak Ganjar pada Pilgub lalu tambah Mbak Ita, meski menang, namun ada suara sebanyak 20 persen sia-sia karena tidak digunakan oleh hak pilihnya.

Karenanya, pola-pola untuk memotivasi warga agar datang ke TPS, akan dikedepankan. Partisipasi masyarakat akan digenjot agar datang ikut mencoblos.

“Seperti apa pola motivasinya, akan ada arahan dari pak wali nanti saat koordinasi,” katanya.

Selain itu, Paslon Hendi-Ita tetap akan melanjutkan berbagai program yang belum dikerjakan pada periode pertama masa kepemimpinan. Seperti transportasi trem, underground simpanglima, dan proyek PLTSA.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *