Bangun Sistem dan Pengawasan Intern, BPKP Kembangkan Beberapa Aplikasi


SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah yang baru, Wasis Prabowo mengatakan, dalam dimensi pengamanan aset negara maupun daerah, BPKP menekankan pengawasan yang bersifat pencegahan dengan membangun sistem pengendalian yang dapat mencegah, mendeteksi dan menangkal kecurangan.

Selain itu juga menyelesaikan kegiatan pemerintah yang mengalami hambatan pembangunan (debottlenecking) melalui mediasi antarlembaga. Memberikan nilai tambah dalam memitigasi risiko, sehingga kegagalan pembangunan dapat dihindari.

Hal itu disampaikan Wasis Prabowo, usai dilantik sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah menggantikan Salamat Simanulang yang dipromosikan ke Deputi Pengawasan Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP Pusat.

Acara pengukuhan dan serah terima jabatan (sertijab) yang dioimpin Gubernur Ganjar Pranowo berlangsung di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (21/2).

Wasis Prabowo sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Investigasi II Deputi Bidang Investigasi BPKP Pusat.

Menurut Wasis Prabowo, BPKP telah mengembangkan Aplikasi Simda keuangan, gaji dan Simda perencanaan sebagai alat bantu pemerintah untuk menjaga akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah.

Bersama Kemendagri juga mengembangkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) agar tidak terkendala isu kompleksitas praktik akuntansi, kerumitan peraturan, beratnya pekerjaan klerikal ataupun hambatan biaya.

“Dalam membangun sistem dan pengawasan intern, harus tetap dibarengi dengan upaya pembinaan integritas pegawai,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *