Pastikan Pelaksanaan Lancar, Ganjar Sidak Lokasi Tes CPNS di Donohudan


BOYOLALI (Asatu.id) – Untuk memastikan persiapan pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi tes di Asrama Haji Donohudan Boyolali mulai Kamis (20/2).

Tes yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu akan berlangsung mulai Kamis (20/2) besok sampai 4 Maret mendatang. Sesaat sebelum terbang ke Jakarta melalui Bandara Adi Soemarmo Solo, Ganjar mampir untuk melihat persiapan panitia.

Tak hanya mau menerima laporan, Ganjar dengan teliti melihat persiapan yang ada dengan detil. Mulai meja regristasi, tempat penitipan tas, toilet, laptop, jaringan listrik dan sarana prasana lainnya.

Ratusan laptop yang sudah terpasang di meja tak luput dari perhatian Ganjar. Ia pun senang, karena melihat ada headset yang disediakan khusus untuk peserta penyandang disabilitas.

“Pastikan jaringan aman, listrik aman. Semua harus dilakukan dengan teliti sampai ke hal yang paling detil. Karena ini pesertanya banyak, semua hal harus diperhatikan biar tidak krodit,” kata Ganjar.

Secara keseluruhan, lanjut dia, persiapan tes SKD CPNS Pemprov Jateng sudah cukup bagus. Semua hal untuk keperluan peserta sudah disiapkan dengan rapi.

“Termasuk ada help desknya, jadi peserta yang kebingungan bisa dibantu. Di masing-masing pos saya lihat tadi, suda ada petugasnya,” terangnya.

Ganjar berpesan kepada para peserta untuk tidak membawa barang berlebihan. Barang-barang berharga yang tidak penting, lebih baik ditinggal di rumah masing-masing.

“Barang berharga dan barang yang tidak penting lainnya jangan dibawa. Jangan sampai ada yang kehilangan. Tahun lalu ada yang marah-marah karena kehilangan barang, nggak tahunya dibawa temannya sendiri. Yang seperti itu jangan sampai terulang,” pintanya.

Ganjar juga berpesan kepada peserta untuk tidak mempercayai siapapun yang menjanjikan bisa meloloskan menjadi PNS. Sebab dipastikan, orang itu adalah calo.

“Kalau ada yang menjanjikan bisa diterima, ojo percoyo (jangan percaya). Percayalah pada ikhtiar dan doamu ditambah restu dari orang tua. Jangan pakai nitip-nitip, nanti jadi persoalan,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *