Kunjungi Wonogiri, Ganjar Nginep di ‘Istana Kepresidenan’ dan Sarapan Gedebok Pisang


WONOGIRI (Asatu.id) – Ketenaran Istana Parnaraya di Wonogiri yang sempat viral menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Saat berkunjung ke Wonogiri, Selasa (18/2) Ganjar menyempatkan diri untuk mengunjungi bangunan megah di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo itu.

Tak hanya untuk berfoto ria, Ganjar penasaran ingin merasakan sensasi tinggal di dalamnya. Alhasil, saat tiba di Wonogiri, dirinya memilih menginap di Istana Parnaraya dibanding di hotel yang telah disiapkan sebelumnya.

“Saya tidak menyangka, di tengah desa kecil ini ada istana megah. Awalnya saya kira ini kerajaan baru di Wonogiri, ternyata ini adalah bangunan yang dibuat menyerupai Istana Kepresidenan,” kata Ganjar, Rabu (19/2).

Arsitektur bangunan yang dibuat oleh pengusaha Wonogiri bernama Suparno itu memang sangat mirip dengan Istana Merdeka. Bangunan bercat putih itu berdiri kokoh dengan pilar penyangga besar di depannya. Di sekeliling bangunan, sejumlah ornamen-ornamen antik khas kerajaan dipajang sebagai koleksinya.

Di dalamnya, terdapat ruang pertemuan yang lengkap dengan meja, kursi, rak buku serba antik. Bendera merah putih dan poster foto presiden mulai Soekarno sampai Jokowi menambah kental suasana istana. Ada pula pesawat jet yang terparkir di halaman serta mobil antik di belakang istana.

“Yang menarik dari istana ini, ternyata bukan untuk pamer kemewahan, tetapi istana ini dibuat khusus untuk orang jompo dan para lansia. Ini luar biasa,” tambah Ganjar.

Menariknya lagi, Istana Parnaraya dibuat lengkap dengan koleksi pesawat, ornamen kerajaan, mobil antik dan taman yang indah. Sehingga menurutnya, tempat tersebut bisa menjadi jujugan masyarakat untuk berwisata.

“Kalau mau bisa menginap seperti saya, merasakan seperti apa tidur di istana. Bagus sekali, ada pesan-pesan sosial kemasyarakatan yang luar biasa di dalamnya,” tegasnya.

Usai dari Istana Parnaraya, Ganjar menyempatkan diri mengunjungi Kampung Bali Kitagawa yang lokasinya tidak jauh dari istana. Di tempat itu, Ganjar disambut tarian-tarian bali dan pemandangan khas kampung Bali.

Berbagai patung, pintu gerbang seperti pura dan ornamen lain yang dipajang membuat Ganjar suasana benar-benar seperti di Bali. Namun yang unik, di tempat itu Ganjar sarapan menu yang tidak biasanya, yakni keripik Gedebok dan Jantung Pisang. Sesuai namanya, keripik itu dibuat dari batang pisang dan jantung pisang yang biasanya dibuang oleh masyarakat.

“Ternyata bahan yang biasanya dibuang, bisa dimanfaatkan menjadi olahan makanan luar biasa enak. Ini luar biasa, rasanya enak, packagingnya menarik. Tinggal pemasarannya, harusnya ini dijual online, pasti laku,” tukasnya.

Pemilik Istana Parnaraya, Suparno mengatakan sengaja membuat bangunan mirip Istana Kepresidenan di Wonogiri. Tujuannya selain untuk wisata, juga sebagai tempat tinggal para lansia dan orang jompo.

“Awalnya karena saya melihat banyak lansia yang hidup kurang layak. Jadi, saya ingin memuliakan mereka dengan tempat terbaik,” ucapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *