Pasokan Bawang Putih Dijamin Bebas dari Penyakit

SEMARANG (Asatu.id) – Kasi Karantina Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang, Cisilia Tri Widiyanti menyatakan, bawang putih yang beredar di Jateng sudah melalui tahap pemeriksaan. Ia memastikan, komoditas tersebut terbebas dari penyakit.

 

“Pintu masuk bawang putih di Jateng, masuknya lewat Surabaya. Barang yang sudah dikeluarkan, sudah dicek fisik maupun uji laboratorium. Virus Corona belum menyentuh barang hortikultura,” paparnya.

Sementara Kasubdit Industri, Perdagangan dan Investasi Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Benny Setyowadi menyebut, masyarakat tak perlu khawatir terkait harga bawang putih. Dari pantauan, harga bawang berangsur normal.

“Sampai saat ini belum ada indikasi penimbunan. Stok masih aman, harga pun stabil. Kami dari Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan. Hingga saat ini belum ditemukan indikasi ada penimbunan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, harga bawang putih yang sempat menyentuh Rp 50 ribu per kilogram, mulai beringsut turun. Hal ini diketahui setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah melakukan inspeksi harga bawang putih ke sejumlah pasar dan distributor, Senin (10/2).

Tim yang terdiri dari Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perwakilan Bank Indonesia, dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, pertama kali menyambangi pedagang di penampungan pedagang Pasar Johar.

Berdasarkan hasil pemantauan, TPID menemukan fakta, bawang putih yang mulanya dijual Rp45 ribu-Rp50 ribu per kilogram, kini harganya justru turun, menjadi Rp29 ribu per kilogram.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *