Temui Gus Yasin, ISTDA Tawarkan Kerjasama Pelatihan Underwater Working

SEMARANG (Asatu.id) – International Scientific Technologi Diveing Association (ISTDA) Jateng, menawarkan kerja sama untuk memberikan pelatihan pekerjaan bawah air (underwater working), bagi siswa SMK jurusan kelautan maupun BLK Komunitas, yang kini tengah digencarkan pembangunannya oleh pemerintah pusat.

“Kita banyak memiliki instruktur pekerjaan dalam air. Semoga ini bisa memberi manfaat untuk kepentingan pariwisata maupun teknik. Di Jawa Tengah ada Cilacap, Karimunjawa-Jepara yang potensinya luar biasa,” kata Ketua ISTDA, Ahmad Anshor saat bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Ruang Kerja Wagub, Selasa (5/2).

Ketrampilan yang bisa diberikan ISTDA antara lain underwater working bidang pemanduan wisata selam, bidang rescue dan kebencanaan, bidang konservasi, biodiversity dan lingkungan perairan, dan underwater bidang teknik.

Underwater bidang teknik meliputi ship clean up, port maintenance and service, assessment serta audit lingkungan kerusakan laut akibat kecelakaan dan offshore.

“ISTDA sudah memiliki lisensi sebagai lembaga pendidikan nonformal dari Direktorat Jendral PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kami juga baru satu-satunya lembaga yang mengajukan diri sebagai underwater working di kementerian,” jelasnya.

Dengan lisensi yang dimiliki, siswa atau masyarakat yang mengikuti pendidikan ketrampilan underwater working di ISTDA bisa memeroleh sertifikat. Biayanya hanya Rp 2,5 juta.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pun menyambut baik tawaran tersebut. Di Jawa Tengah, ada beberapa SMK Kelautan Negeri yang bisa dikerjasamakan dengan ISTDA. Yakni di Rembang, Tegal dan Karimunjawa Jepara.

“Itu bagus dikerjasamakan dengan Dinas Pendidikan yang vokasi,” ujarnya.

ISTDA pun diminta Wagub segera mengirimkan surat pengajuan kerja sama ke Dinas Pendidikan. Sementara mengenai pelatihan di BLK Komunitas, Wagub menjelaskan, BLK Komunitas merupakan program dari pemerintah pusat (Kementerian Tenaga Kerja).

Bidang yang dilatih kepada masyarakat, sudah ditentukan dari Kemenaker. Penerima hanya bisa memilih dari bidang-bidang yang ditawarkan Kemenaker. Meski begitu, pihaknya akan berupaya dengan mengkomunikasikan kepada Kemenaker.

“Untuk BLK Komunitas kita tanyakan dulu karena memang belum ada juklak dari kementerian. Mungkin kementerian belum merambah ke bidang kelautan karena memang belum ada usulan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *