Menteri Dapat Laporan, Budidaya Perikanan Terkendala Benih

JEPARA (Asatu.id) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhie Prabowo, menyambut positif hasil perikanan budidaya Jateng. Menurut Edhy, masyarakat memang perlu di-support agar budidaya perikanan semakin maju.

“Ternyata masalah utama yang saya temukan, masyarakat mau membudidayakan, tetapi benihnya susah. Kalau jumlah benih, sebetulnya tidak perlu khawatir. Nanti kita hitung ulang,” katanya saat melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, Kamis (30/01).

Menurut Edhie Prabowo, jika perlu negara memberikan bibit secara gratis di tempat sasaran yang potensial. Sehingga, tambak yang kosong terisi semua.

“Kalau benih gratis, saya yakin tambak-tambak yang ada akan terisi dengan mudah. Kalau benih tidak dibantu, pembudidaya untuk melangkah di awal saja sudah sulit. Setelah bibit, diiringi dengan pendampingan dan pelatihan,” tandasnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin yang ikut mendampingi Menteri Perikanan dan Kelautan menambahkan, meningkatnya produksi perikanan budidaya, berpengaruh pada pendapatan pembudidaya ikan.

Secara global, kata Wagub, pada 2018, pendapatan pembudidaya ikan mencapai Rp44.955.518,32.

Wagub juga menyampaikan, terdapat lima komoditas unggulan perikanan di Jawa Tengah, yaitu lele, nila, bandeng, rumput laut dan udang vannamei. Komoditas tersebut digunakan pula untuk upaya pengentasan kemiskinan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *