Khitan Massal, SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang Undang 50 Anak Dhuafa

SEMARANG (Asatu.id) – Aula SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 tampak ramai dipadati anak-anak dan para orang tua pada hari Sabtu (18/01).

Acara khitan massal tersebut diikuti oleh 50 anak dhuafa dari beberapa wilayah di Semarang dan sekitarnya. Para peserta melakukan pendaftaran ulang dan mendapatkan goodie bag berisi paket baju koko.

Kemudian mereka dipersilakan untuk berganti pakaian di ruang yang telah disediakan. Acara dilanjutkan dengan mengikuti kirab kecil bersama siswa-siswi kelas 6 angkatan ke 30 SD Hj. Isriati Baiturrahman 1.

Pembukaan acara di aula sekolah dilakukan dengan membaca ummul kitab dan ayat suci Al Quran. Diteruskan oleh sambutan Kepala Sekolah SD Hj. Isriati Baiturrahman 1, Drs. H. Musadat, M.Pd.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang direncanakan setiap tahun. Kerjasama dengan panitia orang tua murid dan sponsor. Adanya kegiatan bakti sosial khitan massal sudah menjadi program SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 sebagai peduli terhadap sesama. Tidak hanya khitan massal tetapi biasanya ada bentuk bakti sosial lain seperti santunan bencana alam, dan beasiswa terhadap sekolah-sekolah tetangga yang harus dibantu,” ujar Musadat.

“Harapannya bisa membantu anak-anak yang berkebutuhan. Karena bagi masyarakat kurang mampu khitanan itu menjadi kegiatan yang menurut orang-orang harus membuat tasyakuran dan biaya banyak. Tetapi kalau acara seperti ini gratis. Sehingga masyarakat tidak khawatir,” imbuhnya.

Ewit Trinurwidati Koordinator Acara Khitan Massal mengaku sudah mempersiapkan acara ini dari Oktober 2019. Ia menuturkan acara khitan massal merupakan rangkaian acara akhirussanah yakni perpisahan anak kelas 6 angkatan ke 30.

“Sebelum puncak acara pada Bulan Mei mendatang, ada rangkaian acara di antaranya khitan massal. Untuk pelaksanaan kami menggandeng Rumah Zakat. Jumlah peserta ada 50 anak dan data setiap hari naik turun. Animo sebenarnya banyak sekali, tapi memang kuotanya terbatas. Untuk pendanaan kami dari sponsor dan donatur,” ungkap Ewit.

“Para peserta Kebanyakan dari anak panti asuhan, anak yatim-piatu, dan dhuafa. Syaratnya kalau yang bukan dari panti menyertakan SKTM,” tambahnya.

Sebelumnya SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 juga telah menyelenggarakan acara serupa pada 2017. Rangkaian acara akhirussanah diawali dengan penyelenggaraan khitan massal terlebih dahulu sebagai bentuk syiar.

Ngadiyem warga Manyaran, Semarang dan nenek dari peserta khitan bernama Rizky (12) merasa senang dan bersyukur dengan dilaksanakannya acara tersebut.

“Senang sekaligus bersyukur. Ini datang sama bapak dan kakaknya. Harapannya semoga cepat sembuh setelah ini,” ungkapnya sembari tersenyum.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *