Pilkada 2020 dan Dinasti Politik

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 21 kabupaten dan kota di Jawa Tengah akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada September 2020 mendatang.

Dari gelaran itu, ada beragam persoalan menarik yang bisa mengemuka dan menjadi bahan diskusi dan perbincangan masyarakat. Salah satunya tentang dinasti politik yang saat ini sudah mulai mencuat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono, saat menjadi narasumber dalam diskusi yang digelar oleh DPRD Jateng bersama Forum Wartawan Pemprov DPRD Jateng (FWPJT) di Gedung DPRD Jateng, Rabu (15/1) sore.

Ferry mengatakan, 21 daerah itu akan membutuhkan perhatian dan energi dalam politik yang sama. Ia berharap agar pilkada tidak mengurangi pelayanan DPRD terhadap masyarakat Jateng.

“Aspek pelayanan, saya harap tidak akan terhambat teknis atau nonteknis terhadap masyarakat. Kita juga harus mengatur cara mengurangi ketegangan dan menambah pilkada ini bersama dengan para pemangku kepentingan. Itu jadi tugas kami di sini sebagai wakil rakyat,” kata politikus Partai Golkar itu.

DPRD, lanjut Ferry, juga berharap proses penyelesaian pilkada yang sudah ditentukan oleh undang-undang dan dikerjakan oleh KPU bisa terlaksana dengan baik.

“Tujuannya guna mewujudkan konsistensi DPRD dalam menegakkan peraturan yang telah dibuat agar kualitas pilkada di Jateng bisa lebih baik dari sebelumnya dan perspektif masyarakat terhadap politik menjadi positif,” tuturnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *